Erick mengatakan ada sejumlah hal yang bakal jadi prioritas kegiatan di Asian Games 2018. Semuanya berada di bawah koordinasi Kesekjenan di INASGOC.
"Pertamanya itu count down setahun Asian Games, ada down payment venue. Ini penting karena waktunya tinggal setahun lagi dan untuk beberapa test event yang bisa jalan di 2017, walaupun bukan test event besar," kata Erick saat halal bihalal INASGOC di Gedung Serbaguna Senayan, Senin (3/7).
Untuk count down atau perhitungan mundur setahun Asian Games 2018, Erick memastikan bakal digelar secara bersamaan di Jakarta dan Palembang. Saat ini, INASGOC masih menggodok semua materi kreatif supaya persiapan sempurna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Erick mengatakan pencairan Rp500 miliar sejauh ini sudah cukup signifikan. Cairnya anggaran tersebut juga diharapkan dapat mempercepat persiapan yang selama ini terhambat. Untuk 2017, kebutuhan anggaran INASGOC mencapai Rp1,8 triliun.
Markas INASGOC
"Insya Allah bisa lebih baik. Tidak hanya persiapannya saja, tapi fasilitas juga harus baik. Parkir di sini luas, tidak usah naik-turun lift dan di sini lebih terbuka. Ini rumah teman-teman media juga. Saya garap fasilitas di sini bisa di-upgrade," ucap Erick.
Selain itu bagian Kesekjenan INASGOC yang dipimpin Eris Herryanto akan segera memulai perekrutan volunteer. Jumlah volunteer yang diperlukan untuk mendukung test event mencapai 1.900 orang dan akan bertambah hingga 11 ribu orang sampai di gelaran Asian Games 2018.
Keputusan penting lain yang dibuat terkait persiapan Asian Games 2018 adalah pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) INASGOC sudah selesai. Pelaksana Tugas (Plt) Perencanaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Syamsudin diangkat jadi Direktur Utama.
Eris mengatakan Kemenpora sudah mengajukan Satuan Kerja (Satker) yang akan menjadi BLU kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Saat ini, Eris menyebut Kemen PAN-RB sudah mengeluarkan izin pembentukan Satker tersebut dan sudah diajukan ke Kementerian Keuangan.
"Satker BLU sudah diputuskan dan sudah selesai sejak sebelum lebaran. Kemenpora juga sudah menunjuk Dirutnya, Syamsudin. Anggotanya nanti digabung dari beberapa stakeholder," ucap Eris.
Jika BLU sudah berjalan, lanjut Eris, sponsor baru bisa masuk. Pasalnya, Kementerian Keuangan lebih dulu meminta rekap pengeluaran dan penyerapan anggaran pekan depan.