Blazer pernah menjabat sekretaris jenderal CONCACAF dan Wakil Presiden Eksekutif Federasi Sepak Bola Amerika Serikat. Ia mengaku bersalah atas kasus penggelapan pajak, konspirasi pemerasan, dan pencucian uang pada 2013.
Kariernya di FIFA pun berakhir pada 2015. Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional memberikan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola di tahun yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chuck Blazer dan Sepp Blatter pada Kongres FIFA 2011. (REUTERS/Arnd Wiegman) |
Tepatnya pada 27 Mei 2015, Kepolisian Swiss menangkap enam anggota Komite Eksekutif FIFA di Hotel Baur au Lac, Zurich. Penangkapan dilakukan ketika Kongres FIFA berjalan dua hari di lokasi yang sama.
Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA. (REUTERS/Arnd Wiegmann) |
Selanjutnya, FIFA menggelar Kongres Luar biasa dan Gianni Infantino terpilih sebagai presiden usai mengalahkan tiga kandidat lain dalam pemungutan suara.
Lihat juga:Mesut Oezil Ingin Bertahan di Arsenal |
Meski sempat dikucilkan dari sepak bola karena terlibat kasus korupsi FIFA, Blazer pun turut andil membersihkan organisasi sepak bola dunia tersebut.
"Kami benar-benar sedih atas meninggalnya klien dan sahabat kami, Chuck Blazer," kata pengacaranya, Eric Corngold dan Mary Mulligan, seperti dilansir BBC.
"Dia telah melakukan kesalahan, namun dia telah menerima tanggung jawab penuh. Seharusnya hal itu tidak menghilangkan dampak positif pada sepak bola internasional."
Chuck Blazer dan Sepp Blatter pada Kongres FIFA 2011. (REUTERS/Arnd Wiegman)
Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA. (REUTERS/Arnd Wiegmann)