'Vinales Harus Adu Taktik dengan Rossi-Marquez'

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Minggu, 16/07/2017 05:30 WIB
'Vinales Harus Adu Taktik dengan Rossi-Marquez' Maverick Vinales (kiri) kalah pengalaman dari Valentino Rossi dan Marc Marquez. (AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juara dunia Grand Prix sepeda motor 500cc 1993, Kevin Schwantz, menganggap Maverick Vinales punya tantangan besar dalam usahanya merebut gelar juara dunia MotoGP 2017. Tantangan utama yang harus dihadapi Vinales adalah beradu taktik melawan Valentino Rossi dan Marquez.

Vinales menjadi salah satu kandidat juara musim ini. Hingga paruh musim 2017, mantan pebalap Suzuki itu mampu meraih tiga kemenangan dan berada di posisi kedua klasemen sementara hingga paruh musim. Vinales hanya terpaut lima poin dari Marquez di puncak klasemen.

Schwantz mengaku sejak awal sudah memprediksi Vinales akan mampu meraih sejumlah kemenangan musim ini. Namun, legenda Suzuki itu mengatakan Vinales harus mampu mengalahkan adu taktik melawan Rossi dan Marquez.

“Saya menyakini Vinales punya kecepatan untuk meraih sejumlah kemenangan. Pertanyaan utamanya adalah, apakah dia punya kemampuan taktik balapan yang bagus seperti Rossi atau Marquez, karena mereka sudah lebih lama tampil di MotoGP daripada Vinales,” ujar Schwantz seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.


Maverick Vinales (kiri) sudah mampu meraih tiga kemenangan di MotoGP 2017. Maverick Vinales (kiri) sudah mampu meraih tiga kemenangan di MotoGP 2017. (AFP PHOTO / GUILLAUME SOUVANT)
“Pengalaman akan sangat penting. Tapi, sejak awal musim Vinales sudah menunjukkan kalau dia mampu tampil cepat dan tenang,” sambung Schwantz.

Pebalap tersukses di balap motor Grand Prix, Giacomo Agostini, juga menyakini faktor pengalaman akan menentukan musim Vinales. Legenda balap asal Italia itu tidak memungkiri Vinales mampu tampil cepat, tapi masih minim pengalaman.

“Tahun lalu saya pikir dia sudah tampil bagus, tapi musim ini dia jauh berbeda. Dia sangat, sangat kuat. Orang-orang di Yamaha senang karena dia tetap tenang dan pintar. Vinales punya talenta, tapi Anda bisa lihat di masih butuh lebih banyak pengalaman,” ucap Agostini.

Kurangnya pengalaman dalam diri Vinales tercermin dari dua kali kegagalan finis yang dialami pebalap 22 tahun itu musim ini. Vinales gagal finis di GP Amerika Serikat dan GP Belanda. Tanpa dua kegagalan finis tersebut, Vinales seharusnya bisa memuncaki klasemen saat paruh musim.