Kapasitas Stadion GBK Berkurang Usai Renovasi

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 08/08/2017 20:12 WIB
Kapasitas Stadion GBK Berkurang Usai Renovasi Kapasitas Stadion Utama Gelora Bung Karno akan mengalami pengurangan kapasitas tempat duduk. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapasitas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) berkurang 13.873 kursi usai mengalami renovasi untuk ajang Asian Games 2018.

Pengurangan kapasitas itu disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Imam Nahrawi, ketika mengunjungi lokasi tersebut pada Selasa (8/8) sore.

"Kapasitas kursi dulunya 90 ribu, sekarang dikurangi menjadi 76.127. Kenapa? Karena harus menyesuaikan untuk difabel, dan sekarang lebih modern lagi," kata Imam kepada para awak media.

"Harapan kami mendatang, kursi sudah ada nomornya. Seperti kita nonton bioskop, jadi suporter bola nanti masuk ke GBK sudah sesuai dengan karcis," katanya menambahkan.


Dengan konsep satu orang satu tiket, lanjut Imam, sudah otomatis berpengaruh juga kepada teknologi jual-beli tiket. Imam menegaskan hal tersebut mesti dikelola secara profesional di masa mendatang.
Menpora RI Imam Nahrawi menyampaikan, kapasitas Stadion Utama GBK akan mengalami pengurangan setelah proses renovasi. (Menpora RI Imam Nahrawi menyampaikan, kapasitas Stadion Utama GBK akan mengalami pengurangan setelah proses renovasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)

"Tidak ada lagi model-model yang terjadi seperti kemarin harus lewat calo, dan sebagainya. Dari masuk sampai keluar harus betul-betul bisa menikmati," ucap Imam.

Untuk sementara ini, pihak SUGBK menyiapkan 200 kursi untuk difabel. Jumlah tersebut rencananya akan ditambah hingga menjadi seribu kursi.

Imam mengatakan renovasi SUGBK sedang dikerjakan agar ramah untuk kaum difabel.

"Sabar, apapun yang diharapkan INAPGOC tentu akan kami sesuaikan. Dan tentu semuanya perlu ada payung hukum yakni Inpres [Instruksi Presiden]," ujar Imam.

"Nah, kami sedang siapkan Inpres itu. Dan, karena ini bukan bangun baru/hanya renovasi, pasti cepat [Inpresnya]," ujarnya, melanjutkan.