Rentetan Kontroversi di SEA Games 2017

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 23/08/2017 16:15 WIB
Rentetan Kontroversi di SEA Games 2017 Rentetan peristiwa kontroversial mewarnai perhelatan SEA Games 2017. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak SEA Games 2017 Malaysia dimulai secara resmi, Sabtu (19/8), hingga hari keempat gelaran, Rabu (23/8), banyak kejadian kontroversial yang terjadi. Beberapa negara merasa dirugikan, termasuk Indonesia.

Bahkan, beberapa warganet mengasumsikan gelaran ajang multi cabang olahraga terbesar di Asia Tenggara edisi ke-29 ini adalah yang terburuk.

CNNIndonesia.com mencoba merangkum rentetan kejadian tersebut:


Bendera Indonesia Terbalik

Sesaat setelah pembukaan SEA Games 2017 digelar di Stadion Bukit Jalil, inisden terjadi. Terdapat kesalahan dalam buku suvenir yang diberikan pihak panitia kepada para tamu VIP.
Bendera Indonesia dicantumkan terbalik di buku panduan SEA Games 2017. (Bendera Indonesia dicantumkan terbalik di buku panduan SEA Games 2017. (REUTERS/Edgar Su)
Gambar bendera Indonesia dibuat terbalik di buku tersebut dari yang seharusnya Merah Putih menjadi Putih Merah. Hal itu justru pertama kali diketahui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang hadir langsung.

Imam langsung mengunggah kejadian tersebut di akun Twitter miliknya. Praktis, rakyat Indonesia geram. Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin langsung merespons cuitan Imam dan meminta maaf.

Tak Ada Jemputan untuk Timnas Myanmar

Timnas sepak bola putri Myanmar tidak dijemput dari venue ke hotel setelah mengalahkan timnas Malaysia 5-0. Setelah menghubungi panitia, alhasil, timnas Myanmar bisa mendapat jemputan dan baru tiba di hotel pukul 23.40.

Setelah diselidiki, sopir bus yang seharusnya menjemput tim sepak bola wanita Myanmar ditangkap polisi setelah diduga mencuri jam tangan salah satu atlet Malaysia.

Tak Ada Bus untuk Timnas Futsal Thailand

Timnas futsal Thailand tidak diberikan bus ke venue pertandingan. Mereka akhirnya menyewa taksi dengan menggunakan biaya sendiri.

Timnas Vietnam Terlambat Dijemput

Hal serupa juga dialami Timnas Vietnam U-22 yang terlambat datang ke lapangan pertandingan untuk menjalani sesi latihan setelah bus yang harusnya sudah tersedia di hotel tidak ada. Mereka pun telat tiba di lapangan.

Ultras Timnas Malaysia Hina Singapura

Tuan rumah seolah tak berhenti melahirkan cerita kontroversial. Kini giliran Ultras Malaysia yang menghina Singapura di Stadion Shah Alam saat keduanya bertemu di Grup A cabor sepak bola. Para pendukung Malaysia itu meneriaki pemain Singapura dengan panggilan 'An***g'.

Para pendukung Ultras Malaysia menghina Timnas Singapura dengan kata-kata yang tak pantas. (Para pendukung Ultras Malaysia menghina Timnas Singapura dengan kata-kata yang tak pantas. (Reuters/Joshua Paul)
Kiper Timnas Vietnam 'Ditahan' Polisi Malaysia

Seorang polisi Malaysia mengantarkan penjaga gawang putri Vietnam ke stadion. Namun, polisi itu justru mengajak kiper itu memutari hotel dan baru sampai ke stadion 15 menit sebelum laga antara Vietnam dan Filipina dimulai.

Tak Ada Tiket untuk Suporter Myanmar

Panitia penyelenggara tidak menyediakan tiket menonton pertandingan sepak bola bagi suporter Myanmar ketika melawan Singapura. Sejumlah suporter Myanmar lewat media sosial mengungkapkan mereka tidak bisa membeli tiket pertandingan.

Mereka menyebut bahwa tiket pertandingan sudah habis, padahal stadion masih kosong melompong. Alhasil, pendukung Myanmar menyaksikan pertandingan dari samping stadion.

Kinerja Lambat Staf Media di Malaysia

Di bidang media, MASOC selaku panitia penyelenggara dinilai amat lambat dalam menyiarkan hasil pertandingan dan membuat awak media yang bertugas kesulitan untuk mendapatkan data. Kadang, mereka hanya memperbarui perolehan medali tim Malaysia jika mendapat medali emas.

Suporter Myanmar Dikeroyok Pendukung Malaysia

Dua suporter timnas Myanmar menjadi korban pemukulan suporter lainnya usai pertandingan Grup A SEA Games 2017 melawan tuan rumah timnas Malaysia di Stadion Shah Alam, Selangor, Senin (21/8).

Dikutip dari AFP, Selasa (22/8), kepolisian Selangor mengatakan dua suporter Myanmar dipukul dan ditendang pada bagian wajah serta badan di luar Stadion Shah Alam usai pertandingan yang dimenangkan Malaysia 3-1 tersebut.

Satu korban masih menjalani perawatan, sedangkan satunya dilepas setelah mendapatkan perawatan medis. Kepolisian Selangor hingga kini masih memburu pelaku pemukulan.