Tontowi/Liliyana membuktikan mereka merupakan salah satu ganda paling konsisten yang pernah ada di dunia bulutangkis. Dalam empat keikutsertaan mereka di ajang Kejuaraan Dunia, semuanya berakhir dengan kalungan medali.
Pada Kejuaraan Dunia pertama mereka di tahun 2011, mereka mengakhiri turnamen dengan raihan medali perunggu. Saat itu langkah Tontowi/Liliyana terhenti di tangan Chris Adcock/Imogen Bankier dengan skor 16-21, 19-21.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Owi/Butet membuktikan diri sebagai ganda campuran paling konsisten di dunia. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Tontowi/Liliyana sempat tertinggal 18-20 di gim ketiga sebelum akhirnya menang 21-13, 16-21, 22-20.
Setahun kemudian, Tontowi/Liliyana harus absen di Kejuaraan Dunia 2014 lantaran Tontowi mengalami cedera. Mereka pun tak punya kesempatan untuk coba mempertahankan gelar juara.
Setahun usai jadi juara Olimpiade, Tontowi/Liliyana masih tampil impresif dan berhasil lolos ke partai final Kejuaraan Dunia 2017. Tontowi/Liliyana berhadapan dengan ganda campuran nomor satu dunia, Zheng Siwei/Chen Qingchen.
Lewat perjuangan sengit yang berlangsung selama 56 menit, Tontowi/Liliyana akhirnya mampu merebut titel juara dunia 2017 lewat kemenangan rubber game, 15-21, 21-16, 21-15.
Kejuaraan Dunia adalah turnamen yang digelar tiap tahun kecuali tahun pelaksanaan Olimpiade seperti 2016 lalu.
Owi/Butet membuktikan diri sebagai ganda campuran paling konsisten di dunia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)