"Neymar akan berada pada level tertinggi ketika ia bisa memenangkannya (Ballon d'Or) bersama Barcelona. Tapi setelah transfer (PSG), pencapaian itu bakal mustahil," ujar Romario kepada El Pais.
Lihat juga:Persib Pesta Gol 4-1 di Markas Sriwijaya FC |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Neymar memilih merapat ke PSG musim ini dengan bayaran fantastis. (REUTERS/Christian Hartmann) |
"Barcelona amat kehilangan dengan kepergian Neymar," ujar pemain yang pernah merasakan juara Piala Dunia bersama Brasil itu.
Romario pernah merumput di Barcelona pada rentang 1994 hingga 1995 yakni di era kepelatihan mendiang Johan Cruyff. Namun, ia memutuskan kembali ke Brasil karena ingin lebih dekat dengan keluarganya.
"Saya selalu bahagia di Barcelona. Tapi setelah Piala Dunia 1994, karena cara orang-orang luar biasa menyambut kepulangan kami untuk kali pertama dalam 24 tahun terakhir, saya yakin lebih bahagia di Rio de Janeiro."
"Saya kembali ke Brasil karena motivasi saya bukan uang. Di Brasil, saya dibayar tak terlalu banyak (seperti di Eropa), tapi yang penting saya bahagia," ujar Romario.
Neymar memilih merapat ke PSG musim ini dengan bayaran fantastis. (REUTERS/Christian Hartmann)