Jorge Lorenzo yang Masih Akrab dengan Nasib Sial

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Minggu, 10/09/2017 21:12 WIB
Jorge Lorenzo yang Masih Akrab dengan Nasib Sial GP San Marino berakhir mengecewakan untuk Jorge Lorenzo. (AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Lorenzo tampil impresif di GP San Marino. Sayang, nasib sial kembali hinggap pada dirinya. Pebalap Ducati ini terjatuh di lap ketujuh saat sedang memimpin balapan.

Lorenzo yang start dari posisi keempat tampil menghentak sejak awal balapan dengan langsung menyodok ke urutan pertama. Mantan pebalap Yamaha ini terlihat begitu menikmati balapan dan sukses menjaga jarak aman dari kejaran Marc Marquez, Andrea Dovizioso, dan kemudian Danilo Petrucci.


Lorenzo bahkan sempat mengantongi selisih hingga dua detik dan terlihat berjarak cukup jauh dari para pesaingnya.


Di tengah situasi bagus tersebut, Lorenzo kemudian membuat blunder fatal di lap ketujuh. Saat tengah melibas tikungan ke arah kiri, Lorenzo gagal menguasai motor dan kemudian terlempar dari motor.

Lorenzo pun kembali harus menelan kecewa lantaran menyudahi seri kali ini dengan tangan hampa.

Jorge Lorenzo sangat kecewa karena jatuh saat tengah memimpin balapan.Jorge Lorenzo sangat kecewa karena jatuh saat tengah memimpin balapan. (Foto: AFP PHOTO / Marco BERTORELLO)

Kegagalan meraih poin di GP San Marino merupakan pukulan telak bagi Lorenzo. Pasalnya pebalap berusia 30 tahun ini sangat yakin bahwa dirinya bisa bersaing ketat dengan pebalap lain di seri kali ini.

“Bila saya mampu mencatat start yang bagus dan tak tertinggal jauh seperti di Silverstone, maka saya bisa berada di rombongan depan sepanjang perlombaan.”

“Tak mudah bagi saya karena level Marquez, Vinales, dan Dovizioso sangat tinggi namun saya tak melihat diri saya lebih buruk dari mereka kali ini,” kata Lorenzo pada babak kualifikasi sehari sebelumnya.

Kegagalan Lorenzo di GP San Marino juga membuatnya batal menciptakan tren positif bersama Ducati. Dalam dua balapan sebelumnya, Lorenzo mampu finis di posisi keempat (GP Austria) dan kelima (GP Inggris). Lorenzo pun mengaku bahwa ia makin memahami karakter motor Ducati.

Jorge Lorenzo sejatinya optimistis bisa bersaing di GP San Marino.Jorge Lorenzo sejatinya optimistis bisa bersaing di GP San Marino. (Foto: AFP PHOTO / Jure Makovec)

Sejauh musim berjalan, Lorenzo baru sekali berdiri di podium, yaitu di GP Spanyol saat ia finis di posisi ketiga di belakang Dani Pedrosa dan Marc Marquez.