logo CNN Indonesia

'Valentino Rossi Juara Dunia 2017 Cuma Khayalan'

, CNN Indonesia
'Valentino Rossi Juara Dunia 2017 Cuma Khayalan'
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat senior MotoGP, Paolo Beltramo, menilai peluang Valentino Rossi untuk jadi juara dunia 2017 sudah kandas seiring dengan insiden patah kaki yang dialami The Doctor jelang GP San Marino.

Insiden patah kaki tersebut memaksa Rossi harus absen di GP San Marino yang sejatinya merupakan salah satu seri favoritnya. Tak hanya itu, Rossi juga harus absen di GP Aragon dua pekan mendatang karena masih dalam masa penyembuhan.


“Bagi Valentino Rossi saat ini, titel juara dunia (2017) merupakan sebuah khayalan,” kata Beltramo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Ketidakhadiran Rossi di GP San Marino dinilai Beltramo sebagai sebuah kerugian yang fatal bagi The Doctor.

Para fan Valentino Rossi mengibarkan bendera kuning di Sirkuit Misano untuk menghormati Rossi yang absen karena patah kaki. (Para fan Valentino Rossi mengibarkan bendera kuning di Sirkuit Misano untuk menghormati Rossi yang absen karena patah kaki. (AFP PHOTO / Robert MICHAEL)
Dengan demikian Rossi tak bisa mengumpulkan poin di seri yang seharusnya bisa jadi tambang poin untuknya.

“Saya menilai Rossi punya kesempatan untuk menang di Misano kali ini. Rossi selalu punya perasaan yang bagus bila berlomba dalam lintasan yang basah,” ucap Beltramo.


Lantaran tak punya poin dari GP San Marino, Rossi kini berjarak 42 poin dari pemimpin klasemen.

Selisih poin itu akan makin bertambah di GP Aragon nanti dan makin membuat peluang juara dunia Rossi menjadi sangat tipis meskipun secara matematika masih bisa terwujud.

Valentino Rossi masih akan absen di GP Aragon.Valentino Rossi masih akan absen di GP Aragon. (AFP PHOTO / Jure Makovec)
Beltramo juga tak lupa memberikan pujian pada Marc Marquez dan Andrea Dovizioso yang dinilai tampil baik di seri GP San Marino.

“Marquez terkadang mengambil risiko untuk kehilangan waktu, namun kemarin ia tampil sabar, mengambil risiko dan kemudian memenangkannya.”


“Dovizioso juga berpikir tenang saat menyadari bahwa raihan 16 poin jauh lebih baik dibandingkan nol poin. Hal itu mendorongnya untuk memilih menjaga posisi ketiga (dibanding memaksakan diri mengejar Danilo Petrucci dan Marquez),” kata Beltramo.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video