Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengatakan Garuda Nusantara yang penting bisa meraih kemenangan lawan Brunei dengan bermain disiplin.
Beban untuk mencetak gol banyak dianggap Danurwindo bakal menjadi bumerang bagi skuat arahan Indra Sjafri karena akan memberi tekanan psikis para pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan itu tergantung dengan permainan di dalam lapangan, konsentrasi untuk main baik dan memenangkan pertandingan."
Timnas Indonesia U-19 pernah menggelontorkan tujuh gol ke gawang Filipina. (Dok. PSSI) |
"Kalau main baik dan memanfaatkan peluang dengan baik, gol pasti akan dihasilkan. Brunei tidak akan bertahan total. Jika Indonesia bisa memanfaatkan itu dan cetak satu atau dua gol, pertahanan mereka akan terbuka," ujar Danur.
"Itulah yang akan menyebabkan gol-gol ketiga, keempat, kelima, karena lawan hilang konsentrasi. Oleh karena itu, fokus dan main sebaik mungkin," ujarnya lagi.
Timnas Indonesia masih berebut jatah semifinal dengan Myanmar dan Vietnam di Piala AFF 2018. (Dok. PSSI) |
Untuk itu, Danur berharap Timnas Indonesia U-19 bisa segera membenahi kekurangan di aspek tersebut.
"Seperti yang kita lihat selama ini gol-gol kebobolan Indonesia termasuk di U-22, berasal dari sepak pojok dan tendangan bebas. Dan ini dalam statistik sepak bola, gol ke gawang Indonesia terjadi hampir 30 persen karena set piece (tendangan bola mati lawan)," kata Danur.
"Kalau kita perhatikan, hal itu terjadi karena pesepakbola di Indonesia masih belum terlalu fokus kepada hal-hal terkait set piece. Padahal kalau kita lihat di pertandingan sepak bola modern, set piece adalah hal penting untuk menyerang dan bertahan. Itu harus diperbaiki," katanya menambahkan.
Danur berpendapat umpan-umpan bola mati menjadi hal penting yang harus jadi perhatian sepak bola Indonesia di masa mendatang, baik itu dalam hal teori maupun praktik.
Timnas Indonesia U-19 pernah menggelontorkan tujuh gol ke gawang Filipina. (Dok. PSSI)
Timnas Indonesia masih berebut jatah semifinal dengan Myanmar dan Vietnam di Piala AFF 2018. (Dok. PSSI)