Sang pelatih Kevin/Marcus, Herry Iman mengatakan, pebulutangkisnya menang setelah menerapkan sejumlah strategi baru lawan Boe/Mogensen.
Kevin/Marcus yang di atas kertas kalah unggul dari peringkat pertama dunia itu justru membuat Boe/Mogensen gentar di awal-awal gim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganda putra peringkat kedua dunia itu pun mampu menuntaskan dendam kekalahan atas lawan terberatnya itu setelah pernah kalah di final Korea Siper Series 2017 pekan lalu.
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon terapkan strategi baru sehingga bisa mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen di semifinal Jepang Super Series 2017. (Action Images via Reuters / Andrew Boyers) |
Kini Kevin/Marcus bisa memperkecil ketinggalan jadi 2-4 dari Boe/Mogensen pada catatan rekor pertemuan dua pasangan tersebut.
Siapkan Strategi Lain di Final
Selanjutnya di babak final, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan pasangan Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, Minggu (24/9). Herry pun sudah mempersiapkan strategi lain, agar Kevin/Marcus bisa memenangkan pertandingan dan merebut gelar juara.
Kevin/Marcus akan mewaspadai sejumlah pukulan andalan Takuto Inoue/Yuki Kaneko di final. (Dok. Humas PP PBSI) |
“Namanya final, segala kemungkinan bisa terjadi. Peluangnya fifty-fifty. Tapi ada nilai plusnya mungkin buat Kevin/Marcus."
"(Kejuaraan) ini levelnya super series. Jepang tampil sebagai tuan rumah, pasti tekanannya lebih tinggi buat lawan,” kata Herry.
Herry pun menegaskan ada beberapa pukulan-pukulan ganda Jepang itu yang perlu diantisipasi. "Terutama mungkin pemainnya yang kidal, karena depannya dia cukup bagus,” imbuhnya. (bac)
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon terapkan strategi baru sehingga bisa mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen di semifinal Jepang Super Series 2017. (Action Images via Reuters / Andrew Boyers)
Kevin/Marcus akan mewaspadai sejumlah pukulan andalan Takuto Inoue/Yuki Kaneko di final. (Dok. Humas PP PBSI)