Alica Schmidt, Atlet Jerman yang Dianggap Terlalu Cantik

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Minggu, 24/09/2017 16:18 WIB
Alica Schmidt, Atlet Jerman yang Dianggap Terlalu Cantik Alica Schmidt berpeluang menjadi andalan Jerman di Olimpiade 2020. (Screenshoot via Instagram/@alicasmd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa depan olahraga atletik Jerman terbilang cerah menyusul munculnya sejumlah atlet muda berbakat, dengan salah satunya adalah Alica Schmidt. Namun, atlet 18 tahun itu dianggap terlalu cantik menjadi atlet.

Dikutip dari Marca, Alica bisa menjadi andalan Jerman di Olimpiade 2020 yang akan digelar di Tokyo, Jepang. Atlet kelahiran 8 November 1998 itu mampu tampil di empat nomor, 200 meter, 400 meter, 4x100 meter, dan 800 meter.


Meski belum memiliki prestasi di level senior, Alica sudah menjadi sensasi di dunia maya. Pasalnya, Alica dianggap memiliki wajah terlalu cantik untuk menjadi atlet. Alica dianggap lebih cocok menjadi model.


[Gambas:Instagram]
Melalui akun Instagram miliknya, @alicasmd, Alica sering mengunggah foto layaknya seorang model. Bahkan atlet yang meraih medali perak di Kejuaraan Eropa U-20 2017 itu jarang mengunggah kegiatannya sebagai atlet.

Alica saat ini tercatat sebagai salah satu atlet muda yang disponsori oleh perusahaan apparel olahraga asal Jerman, Puma. Namun, dengan paras wajah yang lebih terlihat seperti model, Alica berpeluang mendapat sponsor yang lebih banyak.

[Gambas:Instagram]
Alica bukanlah satu-satunya atlet yang dianggap terlalu cantik untuk berkarier di dunia olahraga. Sebelumnya ada atlet voli asal Kazakhstan, Sabina Altynbekova.

[Gambas:Instagram]
Sabina sempat menjadi buah bibir ketika tampil bersama tim voli putri Kazakhstan U-19 pada 2014. Ketika itu pelatih tim Kazakhstan, Nurlan Sadikov, menganggap keberadaan Sabina di timnya memberi sedikit efek negatif.


Sabina dianggap Sadikov terlalu cantik menjadi atlet voli. Walhasil permainan tim voli putri Kazakhstan terganggu karena banyak penonton yang hanya ingin melihat Sabina bermain. (har)