Briggs Soal Rasanya Jadi Kru Valentino Rossi: Luar Biasa

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Sabtu, 21/10/2017 06:01 WIB
Briggs Soal Rasanya Jadi Kru Valentino Rossi: Luar Biasa Valentino Rossi dianggap Alex Briggs sebagai pebalap terhebat sepanjang sejarah. (AFP PHOTO / MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu kru Valentino Rossi di tim Movistar Yamaha, Alex Briggs, mengungkapkan pengalamannya belasan tahun bekerja sama dengan The Doctor. Briggs mengklaim Rossi pantas mendapatkan gelar pebalap terhebat.

Briggs sudah menjadi bagian kru tim Rossi sejak pebalap asal Italia itu kali pertama tampil di kelas primer Grand Prix pada 2000. Briggs mengaku bangga bisa menjadi bagian dari tim Rossi.

“Untuk menggambarkan bekerja untuk Rossi bisa dijawab dengan satu kata atau satu buku. Kalau satu kata adalah ‘luar biasa’. Untuk satu buku saya tidak punya waktu,” ujar Briggs kepada Motorsport.com.
Valentino Rossi selalu punya waktu untuk berbicara dengan krunya.Valentino Rossi selalu punya waktu untuk berbicara dengan krunya. (REUTERS/Heino Kalis)
“Ketika saya memulai, Rossi bukan yang terhebat. Tapi, seiring waktu semuanya menjadi kelas. Pria ini memenangi gelar juara dunia di semua kelas, dari 125cc, 250cc, 500cc dua tak, hingga ke 990cc, 800cc dan 1000cc empat tak,” sambungnya.


Lebih lanjut Briggs mengatakan bekerja untuk Rossi sangat menyenangkan. Pasalnya, pebalap 38 tahun itu selalu mengapresiasi setiap pekerjaannya.

“Satu hal hebat bekerja untuk Rossi adalah apresiasi atas usaha Anda, selain fakta dia selalu punya waktu untuk bertanya mengenai saya, keluarga saya, dan kesenangan saya,” ucap Briggs.
Valentino Rossi dianggap Alex Briggs sebagai komputer tercanggih.Valentino Rossi dianggap Alex Briggs sebagai komputer tercanggih. (AFP PHOTO / JAVIER SORIANO)
Briggs kemudian menjelaskan perbedaan Rossi dengan pebalap lainnya. Briggs mengibaratkan juara dunia Grand Prix sembilan kali itu sebagai komputer tercanggih.

“Seperti Anda membeli komputer, sebagian ada yang cepat, sebagian punya CPU atau memori lebih besar. Rossi sama seperti komputer tercepat yang bisa Anda beli,” ujar Briggs.

“Rossi mencintai olahraga ini, tidak hanya menunggangi sepeda motor. Dia senang melihat pebalap muda menang, dia senang membantunya. Dia menyelesaikan balapan yang tidak dimenanginya, dan dia tidak bisa menyembunyikan kecintaannya untuk membalap,” kata Briggs.