Kemenangan atas Madura United dengan skor 1-3 membuat Bhayangkara melesat di puncak klasemen dengan raihan 68 poin. The Guardian unggul tiga poin dari Bali United yang berada di urutan kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanksi kalah WO dengan skor 0-3 diberikan kepada Mitra Kukar karena memainkan Mohamed Sissoko saat melawan Bhayangkara FC. Kala itu, Sissoko mendapat sanksi larangan bertanding di dua laga, termasuk lawan Bhayangkara.
Hanya saja, manajemen tetap menurunkan Sissoko dengan dalih tidak ada nota larangan bermain (NLB) dari PT LIB. Mereka menolak disanksi karena kelalaian operator kompetisi.
Perolehan nilai Bhayangkara bisa dikurangi jika banding Mitra Kukar disetujui. Artinya, gelar juara harus ditentukan hingga laga terakhir.
Manajemen Bhayangkara yang larut dalam euforia juara, meluapkan kegembiraannya di media sosial. Manajemen klub mengunggah foto diselingi dengan tulisan The Champions sebagai penanda juara.
"Juara dikasih sama Komdis PSSI... Sudah disetting. Rusak Liga Indonesia," tulis pemilik akun Muhaqram-7.
"Bhayangkara FC juara tapi enggak diakui oleh segenap insan bola Indonesia. Kasihan," tulis tunjungnyaho. (jun)