Persib memilih WO di menit ke-83 atau sesaat setelah Vladimir Vujovic dikartu merah ketika menghadapi Persija di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11).
Lihat juga:Bhayangkara FC, Juara yang Dihujat |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persija Jakarta menang 1-0 atas Persib Bandung di Stadion Manahan Solo. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha) |
Merujuk pada Pasal 13 Ayat 1 (C) Regulasi Kompetisi Liga 1 2017, Persib terancam hukuman berat. Itu tertera di Pasal 13 Ayat 2 yang salah satunya memungkinkan Persib terdegradasi dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.
Dari hasil sidang pada Rabu (7/11), Komdis tidak memasukkan pelanggaran terhadap kode disiplin yang dilakukan Persib sesuai permintaan LIB.
Komdis hanya menjatuhkan hukuman untuk manajer Persib Umuh Muchtar yang dianggap memprovokasi tim. Sementara Vujovic yang melakukan intimidasi terhadap wasit dan hukuman buat Persija akibat pelemparan botol dan penyalaan flare yang dilakukan suporter.
Umuh disanksi larangan beraktivitas di lingkungan PSSI selama enam bulan dan denda Rp50 juta. Vladimir disanksi larangan bermain sebanyak lima kali dan denda Rp30 juta serta Persija yang disanksi Rp50 juta.
Umuh Muchtar disanksi Komdis PSSI karena dianggap memprovokasi terjadinya WO lawan Persija Jakarta. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Komdis sendiri memberikan waktu tiga hari kepada LIB untuk memutuskan sanksi buat pelanggaran yang dilakukan Persib karena mundur dari pertandingan. Jika, dalam tempo tersebut LIB tidak mengambil sikap, Komdis baru akan bertindak.
“Kami bukan lempar-lemparan (tanggung jawab). Ini karena menurut kami sudah jelas ada di ranah federasi, Komdis. Sekarang bedakan dulu, ada dua aturan, yaitu regulasi dan kode disiplin. Hukum itu jelas hitam-putihnya,” tegasnya. (jun)
Persija Jakarta menang 1-0 atas Persib Bandung di Stadion Manahan Solo. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Umuh Muchtar disanksi Komdis PSSI karena dianggap memprovokasi terjadinya WO lawan Persija Jakarta. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)