'Loyalitas Seperti Boaz Solossa Langka di Persipura'

Jun Mahares, CNN Indonesia | Jumat, 22/12/2017 11:47 WIB
'Loyalitas Seperti Boaz Solossa Langka di Persipura' Boaz Solossa jadi salah satu pemain paling loyal di Persipura Jayapura. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepindahan sejumlah pemain Persipura Jayapura jadi fenomena baru musim ini. Meski tidak melarang pemainnya hijrah, namun manajemen Mutiara Hitam menyayangkan loyalitas para penggawa muda Papua saat ini.

Sedikitnya empat pemain Persipura yang dikabarkan segera hijrah ke Persebaya Surabaya. Selain Osvaldo Haay, tiga pemain Persipura yang dikabarkan bergabung dengan Persebaya adalah Nelson Alom, Ferinando Pahabol, dan Ruben Sanadi.

Keempat pemain tersebut bisa menambah panjang daftar pemain asal Papua yang memperkuat Persebaya. Sebelumnya sudah ada Ricky Kayame dan Fandry Imbiri.


Ketua Umum Persipura Jayapuara Benhur Tomi Mano menegaskan tidak melarang pemainnya untuk mencari peruntungan di klub lain. Namun, ia menyayangkan loyalitas pemain muda yang tak sebesar para pemain senior di Papua.

"Bagi kami tidak masalah mereka pindah. Mungkin alasannya ingin lebih sejahtera demi keluarga," kata Benhur saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (22/12).

Osvaldo Haay menjadi bintang muda Persipura Jayapura yang paling bersinar musim lalu.Osvaldo Haay menjadi bintang muda Persipura Jayapura yang paling bersinar musim lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Tapi, saya lihat memang mental pemain muda Persipura saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Belum ada pemain setia yang seperti Eduard Ivak Dalam dan Boaz Solossa," ujarnya.

Ruben Sanadi memang bukan pemain baru di Persipura. Bek 30 tahun itu sudah lebih dulu berpetualang ke klub di luar Papua sebelum akhirnya kembali membela tanah kelahirannya pada 2012 silam.

Nelson Alom dan Pahabol juga bukan wajah baru di tim senior Persipura. Keduanya juga sudah bergabung sejak 2012 dan lambat laun berhasil mendapat kepercayaan di skuat utama Mutiara Hitam.

Tercatat hanya Osvaldo yang menjadi sinar muda Persipura. Ia mulai direkrut tim senior sejak 2016 dan langsung melejit satu tahun kemudian. Bek sayap 19 tahun itu bahkan jadi pilar di Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018.
Boaz Solossa pernah menolak tawaran dari sejumlah klub luar negeri.Boaz Solossa pernah menolak tawaran dari sejumlah klub luar negeri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Namun, keempat pemain tersebut dianggap belum memiliki loyalitas seperti legenda Persipura: Eduard Ivak Dalam dan Boaz Solossa. Bagi Benhur, kedua pemain adalah panutan sejati di Persipura.

"Saya sangat salut dengan pemain seperti Eduard Ivak Dalam dan Boaz Solossa. Mereka begitu setia membela tanah kelahirannya walaupun pasti ada kendala yang kami alami," ucap Benhur.

Boaz, lanjut Benhur, salah satu bintang Persipura yang paling diminati banyak klub. Tak hanya tim lokal, sejumlah klub luar negeri juga pernah berniat meminang penyerang kidal tersebut.

"Mungkin zaman sudah berubah dan kami tak bisa larang pemain pindah. Jadi sudah sulit sekali memang punya pemain seperti Boaz. Dia bermain dengan hati bukan kejar uang semata. Kesetiaan seperti Boaz jadi barang yang mahal saat ini," ujar Benhur. (har)


BACA JUGA