PSSI Yakin Selangor Tak Akan Ingkar Janji

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Jumat, 05/01/2018 16:02 WIB
PSSI Yakin Selangor Tak Akan Ingkar Janji Polemik transfer Evan Dimas ke Selangor FA berakhir. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono meyakini pertemuan dengan Presiden Persatuan Sepak Bola Selangor (FAS) Datok Seri Subahan menghasilkan kesepakatan penting bagi kedua pihak.

FAS menegaskan bakal melepaskan dua pemain, Indonesia Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn, kapanpun dibutuhkan timnas Indonesia.

PSSI percaya FAS tak akan mengingkari janji untuk memberikan keleluasaan bagi Evan dan Ilham untuk gabung timnas Indonesia yang dipersiapkan tampil di Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. Otoritas sepak bola Tanah Air itu pun merasa tak perlu untuk membuat perjanjian tertulis kepada FAS.


"Kesepakatan itu muncul dari pertemuan yang tidak sederhana dan kehadiran Presiden Selangor FA yang sekaligus juga Vice President FAS (Federasi Sepak Bola Selangor) bertemu dengan Ketua Umum PSSI (Edy Rahmayadi) harus dinilai sebagai bobot pertemuan yang sangat penting," kata Joko kepada CNNIndonesia.com.
Evan Dimas menjadi salah satu pemain andalan timnas Indonesia yang dipimpin Luis Milla.Evan Dimas menjadi salah satu pemain andalan timnas Indonesia yang dipimpin Luis Milla. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Hal-hal teknis yang telah disepakati kedua pihak bisa dianggap sebagai solusi, bukan sebagai hal yang menyulitkan.

"Pertemuan mereka harus kita anggap luar biasa, ini meyimpulkan dan menguatkan inisatif keduanya setelah memahami kepentingan masing-masing."

"Rasanya memforsir ini dalam bentuk hitam di atas putih dan sebagainya itu hal teknis yang tidak ingin mendegradasi makna pertemuan dari petinggi-petinggi yang kemarin bertemu. Kehadiran Presiden Selangor FA telah menjawab keraguan itu," terang Joko.

Hal mendasar yang menjadikan pertemuan antara pihak Selangor FA dan PSSI menjadi penting yakni target krusial PSSI di Asian Games 2018.
PSSI sempat melarang pemain timnas Indonesia tampil di kompetisi luar negeri.PSSI sempat melarang pemain timnas Indonesia tampil di kompetisi luar negeri. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Tak hanya sekadar tampil sebagai peserta, Indonesia punya beban lain lantaran menjadi tuan rumah penyelenggara multicabang olahraga terbesar di Asia itu.

"Pada 2018 ada Asian Games. Kemudian pada 2019 dan seterusnya ada event-event lain yang mungkin jadi target krusial bagi PSSI. Maka itu, PSSI penting juga untuk melakukan sinkronisasi dengan mereka yang masuk dalam skuat timnas," ujar Joko.

Pria asal Ngawi itu berharap setiap pemain berkoordinasi dengan PSSI sebelum memutuskan untuk menjalin kontrak dengan klub luar negeri. Langkah ini dilakukan agar proses pemusatan latihan timnas tidak terganggu jadwal padat di klub. (jun/bac)