Blaise Matuidi Mengecam Perilaku Rasisme di Serie A
Surya Sumirat | CNN Indonesia
Minggu, 07 Jan 2018 23:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang Juventus, Blaise Matuidi melontarkan kecaman setelah mengalami pelecehan rasisme saat menghadapi Cagliari dalam lanjutan pertandingan Serie A di Sardegna Arena, Minggu (7/1). Matuidi pun merasa diabaikan ketika meminta wasit untuk turun tangan.
“Hari ini saya mengalami rasisme selama pertandingan berlangsung. Orang-orang lemah mencoba mengintimidasi dengan kebencian. Saya bukan pembenci, dan hanya bisa menyesali mereka yang memberi contoh buruk,” ujar Matuidi dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
Insiden tersebut terjadi sesaat sebelum babak pertama berakhir, ketika pemain timnas Perancis itu terlibat duel dengan bek Cagliari. Tayangan televisi menunjukkan, Matuidi yang marah melihat ke arah tribune Stadion Sardegna.
Merasa tidak nyaman, Matuidi pun meminta wasit Giampaolo Calvarese yang memimpin pertandingan untuk mengamati tribune guna mencari sumber rasisme terhadapnya berasal. Sayang upaya Matuidi itu tidak mendapat respons yang baik dari wasit.
Setelah tidak berhasil mendekati wasit, Matuidi yang marah bisa ditenangkan oleh kedua rekan setimnya, Paulo Dybala dan Medhi Benatia.
“Sepak bola adalah cara untuk menyebarkan kesetaraan, semangat, serta inspirasi, dan inilah tujuan saya berada di sini [Juventus]. Perdamaian,” Matuidi menambahkan.
Dalam pertandingan itu, Juventus memenangi pertandingan sengan skor 1-0. Pemain saya asal Italia, Fernando Bernardeschi mencetak gol paa menit ke-74.
Rasisme yang dialami Matuidi di Sardinia bukanlah kali pertama baginya sejak berkarier di Italia. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu juga mendapat nyanyian rasisme yang sama selama pertandingan di Verona, Desember 2017.
Akibat kejadian itu, Verona didenda sebesar €20 ribu oleh Liga Italia.
Pada musim lalu, pemain asal Ghana, Sulley Muntari yang kini bermain untuk Pescara juga menjadi sasaran pelecehan rasisme di Cagliari saat tengah berjalan keluar lapangan. (sry)
“Hari ini saya mengalami rasisme selama pertandingan berlangsung. Orang-orang lemah mencoba mengintimidasi dengan kebencian. Saya bukan pembenci, dan hanya bisa menyesali mereka yang memberi contoh buruk,” ujar Matuidi dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: REUTERS/Alberto LingriaPaulo Dybala harus menenangkan Blaise Matuidi yang marah karena mendapat pelecehan di lapangan. |
“Sepak bola adalah cara untuk menyebarkan kesetaraan, semangat, serta inspirasi, dan inilah tujuan saya berada di sini [Juventus]. Perdamaian,” Matuidi menambahkan.
Foto: FP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTEPada musim lalu, gelandang Sulley Muntari (kiri) juga mendapat nyanyian rasisme dari fans Cagliari. |
Akibat kejadian itu, Verona didenda sebesar €20 ribu oleh Liga Italia.
Foto: REUTERS/Alberto Lingria
Foto: FP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE