Panitia Jamin Keamanan Perempat Final Piala Presiden 2018

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 01/02/2018 09:04 WIB
Panitia Jamin Keamanan Perempat Final Piala Presiden 2018 Panitia penyelenggara Piala Presiden 2018 sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk babak perempat final nanti. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia penyelenggara Piala Presiden 2018 siap memberikan jaminan keamanan untuk pelaksanaan babak perempat final pada 3-4 Februari.

Pasalnya, perempat final Piala Presiden 2018 nanti hanya digelar di satu tempat, Stadion Manahan, Solo. Dengan begitu, keamanan menjadi hal yang mendapat perhatian khusus.

Terlebih lagi, beberapa klub peserta seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC diyakini bakal mendapat dukungan penuh dari pendukung setianya. Karena itu, perlu garansi untuk keamanan agar bentrokan suporter tidak terjadi.


"Kuncinya koordinasi, klub dan suporter sudah sama-sama dewasa. Mungkin kami punya pengalaman kemarin di Bandung, dan beberapa pertandingan lain yang bisa jadi test case mereka. Sama saja, ini mungkin tes pertama yang ketemu secara langsung," ujar anggota panitia penyelenggara, Tigorshalom Boboy kepada para awak media usai pengundian.

Lebih dari itu, Tigor juga berharap, masalah antarsuporter ini bisa diselesaikan oleh klub dan juga kelompok suporter itu sendiri.
Klub harus bisa memberikan pemahaman yang benar kepada suporter mereka untuk perempat final Piala Presiden.Klub harus bisa memberikan pemahaman yang benar kepada suporter mereka untuk perempat final Piala Presiden. (FANTARA FOTO/Zabur Karuru)
"Di kompetisi Liga 1 kan mereka akan ketemu juga, Arema dan Persebaya. Apakah mau disamakan kasusnya seperti Persija vs Persib yang masing-masing suporter tidak boleh datang saat tim mereka away, atau mereka bisa sepakat sendiri? Mari kita hentikan permusuhan ini," Tigor menambahkan.

Meski pertandingan babak perempat final Piala Presiden digelar di Solo, Jawa Tengah, koordinasi terkait keamanan yang dilakukan panitia penyelenggara tidak saja kepada Polda Jawa Tengah, tetapi Polda Jawa Timur.

"Inii mobilisasi suporter. Suporter Persebaya nanti pasti bisa datang, Arema lebih terorganisasi," Tigor menuturkan.
Maruarar Sirait mengaku sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan perempat final Piala Presiden.Maruarar Sirait mengaku sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan perempat final Piala Presiden. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
"Klub juga harus memberikan pemahaman yang benar di daerah orang. Kalau ada pembatasan kuota suporter, mereka juga harus patuh," Tigor melanjutkan.

Senada, Maruarar mengaku sudah melakukan langkah-langkah agar babak delapan besar bisa terlaksana dengan aman. Dua pekan lalu, katanya, dia menggelar pertemuan dengan Kapolri, steering committee, dan organizing committee.

"Saya bekerja sama dengan Pak Tito [Karnavian] sejak beliau Kapolda Metro Jaya, mengawal Piala Presiden pertama. Beliau paham sekali sepak bola, saya pikir Kapolda Jawa Tengah sudah dikoordinasikan. Nanti saya juga kontak Kapolda Jawa Tengah," ucap Maruarar.

"Saya juga sudah berkirim surat dengan Pangdam Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah, dan Walikota Solo. Tentu kami mengharapkan dukungan dan koordinasi dari semuanya. Dulu kami juga sudah main di Solo kok. Jadi kami sudah punya pengalaman, dan teman-teman di Solo punya kapasitas, pengalaman, untuk menjalankan itu dengan baik," Maruarar menambahkan. (bac)