Kabid Binpres PBSI Susy Susanti memuji perjuangan para pemain Indonesia di ajang ini. Bagi Susy, Greysia Polii dan kawan-kawan sudah berjuang maksimal.
Lihat juga:Andik: Saya Sempat Sepakat Gabung Persib |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susy lalu memberikan penilaian pada para pemain yang berlaga di duel lawan Jepang.
Susy Susanti memuji penampilan tim putri Indonesia meski kalah dari Jepang. (Dok. PBSI) |
Lihat juga:Prediksi PSMS Medan vs Persija Jakarta |
Fitriani kalah 21-17, 13-21, dan 17-21 dari Akane Yamaguchi, Greysia/Apriyani tumbang 22-20, 19-21, dan 8-21 dari Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo, sedangkan Gregoria takluk 5-21, 21-19, dan 15-21 dari Nozomi Okuhara.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu kalah tenang di momen-momen genting pada gim ketiga. (Dok. Humas PBSI) |
"Saya sering ragu-ragu di gim kedua jadi banyak melakukan kesalahan. Laga di gim ketiga sejatinya cukup sengit, namun kami kurang sabar mengatasi situasi."
"Banyak pelajaran yang saya peroleh di laga ini. Insya Allah saya bisa bersaing di level seperti Akane bila konsisten," kata Fitriani.
Hal senada juga dialami oleh Apriyani yang mengaku masih kurang tenang di fase-fase krusial saat menghadapi Ayaka/Misaki.
"Dari permainan saya sudah bisa (mengimbangi), namun dari segi pikiran belum bisa. Mereka pengalamannya banyak, dan kami di poin-poin kritis masih kurang tenang," tutur Apriyani.
Susy Susanti berharap Gregoria Mariska bisa meningkatkan standar level permainan miliknya. (Dok. Humas PBSI) |
"Sebetulnya sayang juga tadi seharusnya saya bisa menyumbang poin agar partai selanjutnya berlanjut. Saya punya kesempatan karena Nozomi baru pulih dari cedera," kata Gregoria. (har)
Susy Susanti memuji penampilan tim putri Indonesia meski kalah dari Jepang. (Dok. PBSI)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu kalah tenang di momen-momen genting pada gim ketiga. (Dok. Humas PBSI)
Susy Susanti berharap Gregoria Mariska bisa meningkatkan standar level permainan miliknya. (Dok. Humas PBSI)