Djanur Sesalkan PSMS Tidak Bisa Menjaga Simic
Surya Sumirat | CNN Indonesia
Minggu, 11 Feb 2018 03:36 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman, membawa pulang kekecewaan besar usai timnya dipermalukan Persija Jakarta, 1-4, dalam semifinal Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (10/2).
Karena, dalam pertandingan tersebut, strategi yang diberikan tidak bisa diterapkan dengan maksimal oleh para pemainnya. Hasilnya, striker Persija, Marko Simic, menjadi momok bagi tim berjuluk Ayam Kinantan itu.
Simic mencetak tiga gol atau hattrick pada leg pertama semifinal tersebut, sekaligus menempatkan satu kaki Persija di partai puncak.
"Sudah saya sampaikan, kami melihat Simic, tapi kami tidak secara khusus mengawal dia. Memang kelebihan dia punya postur tinggi dan penyelesaian akhir yang bagus," ujar Djadjang.
Seusai pertandingan, pelatih yang akrab disapa Djanur itu memuji penampilan Simic. Dengan tambahan tiga golnya saat melawan PSMS, Simic kini unggul tiga gol atas Stefano Lilipaly yang baru mengemas lima gol di daftar pencetak gol terbanyak Piala Presiden 2018.
"Ini rekrutan persija yang cukup berarti, cukup berhasil. Dia punya insting dan naluri [mencetak] gol yang tinggi," Djanur menuturkan.
Leg kedua yang berlangsung pada Senin (12/2) menjadi tugas berat untuk Djanur. Mantan pelatih Persib Bandung itu dituntut memutar otak untuk bisa membalikkan kedudukan dan membawa PSMS lolos ke final.
Beberapa hal yang perlu dibenahi Djanur adalah problem salah pengertian di lini belakang serta inkonsistensi pemainnya yang tampak saat laga semifinal lalu. Diakui Djanur, tekanan penonton Persija tidak terlalu berpengaruh kepada Muhammad Roby dan kawan-kawan.
"Saya sangat menyayangkan waktu pemulihan yang sangat mepet, hanya satu hari. Dengann kondisi ini, kalau tidak ada latihan, kami bisa perbaiki mental. Kami belum menyerah, masih ada kesempatan walau sangat tipis," ucap Djanur. (sry)
Karena, dalam pertandingan tersebut, strategi yang diberikan tidak bisa diterapkan dengan maksimal oleh para pemainnya. Hasilnya, striker Persija, Marko Simic, menjadi momok bagi tim berjuluk Ayam Kinantan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djadjang Nurdjaman tidak segan memuji kualitas striker Persija, Marko Simic. (CNN Indonesia/T. Septian Nugraha) |
"Ini rekrutan persija yang cukup berarti, cukup berhasil. Dia punya insting dan naluri [mencetak] gol yang tinggi," Djanur menuturkan.
Bek Reinaldo Lobo tidak bisa menjalankan instruksi pelatih untuk menjaga Marko Simic. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye/18) |
Lihat juga:Neymar Sebut Griezmann Akan Gabung PSG |
Djadjang Nurdjaman tidak segan memuji kualitas striker Persija, Marko Simic. (CNN Indonesia/T. Septian Nugraha)
Bek Reinaldo Lobo tidak bisa menjalankan instruksi pelatih untuk menjaga Marko Simic. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye/18)