Daud Yordan Bertahan di Eropa Usai Gagal Berlaga

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Jumat, 23/02/2018 22:25 WIB
Daud Yordan Bertahan di Eropa Usai Gagal Berlaga Daud Yordan merupakan petinju terbaik di Indonesia saat ini. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Promotor Daud Yordan, Raja Sapta Oktohari menyebut Daud Yordan akan tetap berlatih di Eropa meskipun rencana duel di bulan Februari ini gagal terlaksana.

Daud berlatih di Spanyol dalam rangka persiapan menghadapi laga perebutan peringkat dunia melawan petinju Inggris, Luke Campbell dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir. Laga tersebut dijadwalkan 24 Februari di London, namun akhirnya batal.

"Kemarin ada tantangan administrasi. Daud ada di Madrid, pertandingan ada di Inggris sehingga pembuatan visanya tidak terkejar. Itu jadi bahan evaluasi, proses belajar, pengalaman buat kami semua untuk lebih siap lagi terkait administrasi."


"Kemarin itu semua sudah siap, tapi kami tidak bisa dapat visa. Walau terbangnya cuma dua jam, tapi tidak bisa ke sana karena tidak ada visa," ucap Okto.

Meski gagal bertarung di bulan Februari, Okto menyatakan Daud Yordan akan tetap berlatih di Madrid. Peluang laga berikutnya Daud Yordan tak hanya terbatas di Eropa, melainkan juga di benua Amerika.

Daud Yordan bakal tetap berlatih di Madrid setelah rencana pertarungan di bulan Februari gagal.Daud Yordan bakal tetap berlatih di Madrid setelah rencana pertarungan di bulan Februari gagal. (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
"Semua peluang akan coba kami tangkap. Kami coba jemput bola. Karena kata orang Daud jago kandang, sekarang kami kirim ke sana [luar negeri] untuk menang," tutur Okto.

Selain fokus mempersiapkan laga berikutnya Daud Yordan, Okto juga berencana menggelar Mahkota Boxing Super Series pada 10 Maret mendatang.

Dalam gelaran tersebut akan dipertandingkan dua partai di kelas bulu (57,1kg) dan dua partai di kelas terbang ringan (48,9kg), serta dua kejuaraan WBC ABCO Silver yang akan mempertemukan petinju Indonesia dan petinju Thailand.

"Tentu ini adalah bagian yang kami lakukan untuk menciptakan lebih banyak lagi bibit yang bisa kami orbitkan ke kancah yang lebih tinggi. Melalui pertandingan-pertandingan, akan terdeteksi potensi yang bisa kami orbitkan."

"Saat ini kami agak sulit untuk mencari karena kami tidak punya pertandingan dan tidak mungkin asal comot petinju. Nantinya dari ajang ini, petinju akan dikirim ke luar negeri untuk bertanding ke kancah internasional," kata Okto. (ptr)