Sampai saat ini belum ada keterangan resmi soal rencana PSSI bertemu dengan bek Zulte Waregem itu di Jakarta.
Mulanya Sandy Walsh menyebut ada keinginan datang langsung ke Jakarta pada 15-18 Maret 2018 untuk menyerahkan persyaratan administrasi terkait proses naturalisasinya. Namun, sampai saat ini diakui Sandy Walsh tidak ada kabar lanjutan dari PSSI mengenai hal tersebut. Komunikasinya dengan PSSI pun tak lagi mendapatkan jawaban seperti sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandy Walsh tak kunjung mendapat kepastian dari PSSI soal rencana naturalisasi bek Zulte Waregem tersebut. (REUTERS/Toussaint Kluiters) |
"Kami kehilangan kontak dan mereka bilang mereka tidak akan mengundang saya. Saya bisa saja datang dengan uang saya sendiri dan kami akan bertemu, tapi itu bukan undangan resmi," jelas pemain 22 tahun itu.
Joko juga menegaskan, sejauh ini PSSI tidak terlalu berambisi menjadikan Sandy Walsh bagian dari Timnas Indonesia di Asian Games 2018, Agustus mendatang.
"Belum, kita fokus yang lain. Itu (naturalisasi) tidak boleh sekadar satu arah dan PSSI tidak boleh juga menggantungkan opsi itu (menaturalisasi Sandy Walsh)," kata Joko di sela-sela pemilihan ketua koordinatoriat PSSI Pers, Selasa (6/3).
Sejak tahun lalu, Sandy Walsh sudah menyatakan keinginannya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Pelatih Luis Milla juga sudah memberikan rekomendasi dan lampu hijau atas keinginannya itu.
Sisa waktu empat bulan untuk menjalani proses naturalisasi dirasa terlalu mepet untuk membuat mantan pemain Timnas Belanda U-20 itu berseragam Timnas Indonesia jelang Asian Games 2018. (bac/ptr)
Sandy Walsh tak kunjung mendapat kepastian dari PSSI soal rencana naturalisasi bek Zulte Waregem tersebut. (REUTERS/Toussaint Kluiters)