Menpora Dukung Renovasi Sentul untuk MotoGP 2021

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 20:13 WIB
Menpora Dukung Renovasi Sentul untuk MotoGP 2021 Sentul tengah direnovasi agar bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah MotoGP. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Imam Nahrawi, mendukung renovasi Sirkuit Sentul untuk MotoGP 2021.

Dukungan Menpora sebagai bagian dari bentuk respon dia atas kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Sirkuit Sentul pada Selasa (6/3). Imam sangat respek dengan penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.

"Namun yang pasti kita harus punya standar, dan itu butuh persiapan. Untuk merenovasi sirkuit tidak mudah, dan harus konsultasi ke operatornya. Saya yakin kalau semua mendukung, pasti terjadi," kata Imam kepada para awak media di Pangkalan Marinir Jakarta pada Senin (6/3) petang.


"Kami senang sekali kalau itu bisa diwujudkan. Di Palembang belum ada [sirkuit]. Karena belum ada progres apapun, maka tentu ini kabar terbaik kalau Sentul bisa direnovasi kembali," katanya menambahkan.

MotoGP jadi salah satu olahraga yang memiliki popularitas tinggi di seluruh dunia.MotoGP jadi salah satu olahraga yang memiliki popularitas tinggi di seluruh dunia. (Foto: AFP PHOTO / JOSE JORDAN)
Sebelumnya, Jokowi bersama Direktur Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto dan Manajer Sirkuit Sentul Ananda Mikola berada di Sirkuit Sentul dalam rangka persiapan MotoGP. Ia berharap pemerintah dapat mendukung untuk merealisasikan ajang tersebut.

"Saya sampaikan, silakan pemerintah mendukung. Karena ini bagus sekali, olahraga otomotif, karena kita tahu, pasar sepeda motor sangat besar sekali. Sekarang ada berapa? 19 juta," ucap Jokowi.

"Kalau penggemar motor, bayangkan ada berapa di Indonesia? Saya kira sebuah industri pariwisata, saya harap tadi Pak Tinton dan Ananda Mikola ya segera dimulai (renovasi) agar 2021 ada MotoGP," ucapnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan seluruh biaya renovasi Sirkuit Sentul menggunakan dana swasta.

Sementara itu, Ananda sendiri merasa optimistis atas komentar Jokowi. Ia bahkan memprediksi MotoGP bisa terselenggara di Indonesia setahun lebih cepat dari perkiraan Jokowi.

"Semoga 2020 Pak. Karena infrastruktur sudah siap, tinggal sedikit lagi," ujar mantan pebalap mobil tersebut. (ptr)