Guardiola Sebut ManCity Lupa Menyerang di Babak Kedua
Jun Mahares | CNN Indonesia
Kamis, 08 Mar 2018 07:24 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Manchester City Pep Guardiola tak sepenuhnya puas dengan keberhasilan skuat arahannya lolos ke perempat final Liga Champions. Sebab, hasil positif itu dinodai dengan kekalahan 1-2 di leg kedua.
Tampil di Etihad Stadium, Rabu (7/3), City sebenarnya berhasil unggul lebih dulu lewat gol Gabriel Jesus di babak pertama.
Namun, Basel berhasil bangkit di babak kedua sekaligus membalikan keadan melalui gol Mohamed Elyounoussi dan Michael Lang.
"Pada babak pertama kami bermain cukup bagus. Sementara babak kedua kami seperti lupa menyerang. Babak kedua benar-benar buruk," kata Guardiola seusai laga.
Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu juga mengkritik kesalahan umpan yang sering dilakukan anak asuhnya. Hal ini sering menguntungkan lawan membangun serangan.
"Tak muda bermain dengan keunggulan 4-0. Kami telah mencoba membahas hal tersebut. Kami menciptakan banyak peluang saat unggul 1-0 dan tampil bagus."
"Setelah imbang 1-1, hal itu tak terjadi. Kami hanya saling mengoper dan itu bukan sepak bola," ia menambahkan.
Meski kalah 1-2, The Citizens berhak lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat 5-2. Sebab, The Citizens menang 4-0 di laga pertama. (sry)
Tampil di Etihad Stadium, Rabu (7/3), City sebenarnya berhasil unggul lebih dulu lewat gol Gabriel Jesus di babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Josep Guardiola kecewa Manchester City menelan kekalahan di kandang dari FC Basel. (Reuters/Jason Cairnduff) |
"Tak muda bermain dengan keunggulan 4-0. Kami telah mencoba membahas hal tersebut. Kami menciptakan banyak peluang saat unggul 1-0 dan tampil bagus."
Sempat unggul lebih dahulu, City justru menelan kekalahan 1-2 dari FC Basel. (REUTERS/Andrew Yates) |
Josep Guardiola kecewa Manchester City menelan kekalahan di kandang dari FC Basel. (Reuters/Jason Cairnduff)
Sempat unggul lebih dahulu, City justru menelan kekalahan 1-2 dari FC Basel. (REUTERS/Andrew Yates)