Wakil Indonesia Umbar Taktik Hadapi Babak II All England

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018 14:19 WIB
Wakil Indonesia Umbar Taktik Hadapi Babak II All England Praveen Jordan/Debby Susanto siap menghadapi wakil Inggris di babak kedua All England 2018. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelas wakil Indonesia akan berlaga di babak II kejuaraan All England pada Kamis (15/3). Beberapa andalan Merah Putih akan bertemu pemain unggulan.

Jonatan Christie akan berhadapan dengan unggulan kelima Son Wan Ho. Dalam empat pertemuan sebelumnya dengan pebulutangkis asal Korea Selatan itu, Jonatan berhasil meraih dua kemenangan.

Pada laga terakhir menghadapi peringkat keempat dunia itu di ajang kejuaraan beregu Asia, Jonatan menang 21-18 dan 21-14.


"Kalau ketemu Son, harus matengin lagi stroke nya, jangan terlalu beban sama hasil di BATC yang kemarin menang, sekarang harus menang lagi. Saya juga sudah tahu bolanya lambat, jadi tahu mau main apa," kata Jonatan mengenai peluangnya menghadapi Son Wan Ho dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Jonatan Christie akan menghadapi salah satu pebulutangkis unggulan di babak kedua All England 2018.Jonatan Christie akan menghadapi salah satu pebulutangkis unggulan di babak kedua All England 2018. (Dok. Humas PBSI)
Jika Jonatan akan berhadapan dengan pebulutangkis unggulan, maka beberapa wakil Indonesia yang menjadi unggulan akan menghadapi wakil-wakil negara lain yang berstatus non-unggulan, seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Praveen Jordan/Debby Susanto.

Marcus/Kevin mengaku percaya diri menghadapi dua lawan yang akan ditemuinya pada babak kedua, yakni pasangan Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dan aturan baru mengenai servis.

"Peluang tetap sama buat kami atau pasangan Malaysia, ya 50-50 lah. Kalau soal servis, hari ini servis saya tidak ada yang dinyatakan fault, harusnya besok kami lebih percaya diri," ucap Kevin.

Praveen dan Debby yang kembali dipersatukan di All England siap menghadapi pasangan Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, yang diprediksi akan memeragakan permainan ala Eropa totok.

"Menghadapi pemain Eropa ya sebenarnya nggak kepancing ke permainan sih, tetapi kadang mengganggu saja. Misalnya bola belum out sudah teriak duluan, kalau servis kami nggak difault, mereka protes. Ya harus lebih sabar lagi," ujar Praveen.

"Kami harus waspada, tidak boleh lengah. Pemain Eropa ini main pola, mengikuti instruksi banget," timpal Debby. (jun)