Kevin/Marcus yang merupakan juara bertahan sekaligus unggulan pertama berduel lawan Boe/Mogensen, ganda veteran yang tetap mampu tampil konsisten.
Lihat juga:Prediksi MotoGP Qatar 2018 |
Kepercayaan Diri
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya soal rekor tak terkalahkan di tahun ini, Kevin/Marcus juga punya modal untuk menghadapi Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Meski kalah dalam rekor pertemuan, namun Kevin/Marcus memenangkan dua duel terakhir atas ganda veteran tersebut.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berada dalam kondisi kepercayaan diri yang tinggi. (Foto: Dok. Humas PBSI) |
Selain adu teknik level atas yang akan tersaji di duel Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon lawan Mathias Boe/Carsten Mogensen, perang mental akan memegang peranan penting dalam duel ini.
Sebagai pemain dengan jam terbang tinggi, Boe/Mogensena akan menggunakan kekuatan mental mereka untuk menekan Kevin/Marcus, termasuk lewat provokasi perayaan saat mereka meraih poin dan teriakan-teriakan.
Kevin/Marcus harus bisa merespons hal tersebut dengan baik. Bila mereka goyah dari segi mental, maka Boe/Mogensen akan bisa langsung melesat meninggalkan perolehan poin mereka dalam waktu singkat.
Service Fault
Service fault jadi salah satu topik yang ramai dibahas di All England. Perubahan peraturan servis memunculkan protes dari banyak pemain karena segala peraturan baru tersebut kembali didominasi oleh subjektivitas hakim servis.
Mathias Boe/Carsten Mogensen punya jam terbang jauh lebih tinggi dibandingkan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. (Foto: AFP PHOTO / Paul ELLIS) |
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon punya waktu istirahat yang lebih banyak dibandingkan Mathias Boe/Carsten Mogensen jelang final All England kali ini. Kevin/Marcus bermain di sesi pagi hari yang dimulai pukul 10 pagi dan sudah menyelesaikan laga pada siang hari waktu setempat.
Sementara itu Boe/Mogensen baru bermain di sesi malam dan berlaga di nomor urut kelima. Boe/Mogensen baru menyelesaikan laga jelang tengah malam waktu setempat. Dengan demikian, Kevin/Marcus punya waktu istirahat lebih banyak untuk mempersiapkan diri jelang laga final. (har)
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berada dalam kondisi kepercayaan diri yang tinggi. (Foto: Dok. Humas PBSI)
Mathias Boe/Carsten Mogensen punya jam terbang jauh lebih tinggi dibandingkan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. (Foto: AFP PHOTO / Paul ELLIS)