El Clasico Jilid II Diwarnai Polemik 'Guard of Honour'

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 06:35 WIB
El Clasico Jilid II Diwarnai Polemik 'Guard of Honour' Barcelona bisa kembali permalukan Real Madrid dalam EL Clascico jilid kedua. (REUTERS/Sergio Perez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Real Madrid telah keluar dari perburuan gelar juara La Liga musim ini. Performa buruk pada putaran pertama membuat El Real gagal mempertahankan gelar juara.

Mereka juga harus mendapat penghinaan dari Barcelona yang kini berada di puncak klasemen setelah kalah 0-3 dalam El Clasico jilid pertama musim ini, akhir Desember 2017.

Hanya saja, momen buruk itu tampaknya tidak cukup membuat Madrid terpuruk di kompetisi domestik. Tim asuhan Zinedine Zidane itu bisa mendapat penghinaan yang kedua dari Barca saat El Clasico di Camp Nou, Mei nanti.


Barcelona kini memiliki selisih 11 poin dengan Atletico Madrid setelah menang 2-0 atas Athletic Bilbao, akhir pekan lalu. Jika mereka terus mempertahankan keunggulan itu sampai El Clasico jilid kedua, maka Barcelona bisa dinobatkan sebagai juara sebelum kick off laga tersebut.

Barcelona pernah memberikan penghormatan kepada Madrid yang menjadi juara La Liga 2007/2008.Barcelona pernah memberikan penghormatan kepada Madrid yang menjadi juara La Liga 2007/2008. (AFP PHOTO / JAVIER SORIANO)
Dengan begitu, Madrid harus bersiap untuk menjadi guard of honour atau memberikan penghormatan kepada Barcelona sebagai juara musim ini. El Clasico nanti terjadi pada pekan ke-36, atau menyisakan dua pertandingan.

Menurut laporan Marca, jika Barca setidaknya unggul 10 poin atas Atletico, maka bisa dipastikan Madrid harus menampilkan guard of honour.

Pemberian penghormatan di antara Barcelona dan Madrid bukan kali ini terjadi. Pada musim lalu, klub asal Catalonia itu menolak memberikan upacara guard of honour kepada Madrid pada Desember 2017 setelah Si Putih menjadi juara turnamen Piala Dunia Antarklub.

Barcelona menolak menjadi guard of honour Madrid sebagai juara Piala Dunia Antarklub.Barcelona menolak menjadi guard of honour Madrid sebagai juara Piala Dunia Antarklub. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Klub ibu kota sendiri ngotot meminta Barca untuk melakukan upacara penghargaan. Barcelona beralasan, mereka menolak karena tidak terlibat dalam turnamen antarbenua itu.

Namun, untuk kali ini Los Blancos tidak akan bisa menghindar dari tuntutan menjadi guard of honour untuk Barca. Bagi tim asuhan Ernesto Valverde, hal tersebut akan menjadi akhir musim yang sempurna, sementara bagi Madrid sebaliknya.

Selain pada Desember tahun lalu, guard of honour antara Barca dan Madrid juga pernah terjadi pada 2008 silam. Setelah Madrid menjuarai La Liga 2007/2008. (jun)