Messi sudah sejak lama disebut layak masuk jajaran pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Bahkan menilik kemampuan individunya, banyak pula yang tak ragu menahbiskan dirinya sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah, melebihi Pele dan Diego Maradona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Messi dan Argentina sejatinya menunjukkan performa konsisten dalam beberapa tahun terakhir, jauh lebih baik dibandingkan Brasil yang hancur lebur. Argentina selalu lolos ke babak final pada Piala Dunia 2014, serta Copa America 2015 dan 2016, tetapi semua perjalanan itu berakhir dengan podium nomor dua.
Lionel Messi hanya bisa menyaksikan perjuangan rekan setimnya pada laga lawan Italia dan Spanyol. (Foto: AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS) |
Messi lalu pernah putus asa dan menyatakan pensiun dari Argentina. Namun protes dan rasa cinta dari sejumlah pendukung Argentina membuatnya kembali ke seragam biru langit-putih milik Argentina.
Pendukung Argentina lalu disadarkan bahwa mereka tidak berdaya tanpa kehadiran Messi di tim mereka. 'La Pulga' punya peran besar dalam perjalanan Argentina di kualifikasi Piala Dunia 2018. Gol-gol Messi membawa kemenangan demi kemenangan Argentina, termasuk hattrick Messi ke gawang Ekuador di laga terakhir yang memastikan tiket Piala Dunia.
Lionel Messi ikut berlatih bersama rekan setim dalam persiapan tim lawan Italia dan Spanyol. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff) |
Argentina makin sadar tanpa Messi mereka bukan apa-apa usai Spanyol memberikan salah satu kekalahan telak sepanjang sejarah dengan skor 1-6.
Argentina yang tampil tanpa Messi memang sebuah masalah, namun ketidakhadiran Messi di dua laga uji coba pekan ini bersama Argentina juga jadi tanda tanya.
Beberapa hari berselang, Messi ikut berlatih lawan Spanyol. Jorge Sampaoli juga menekankan kemungkinan Messi bakal turun melawan Sergio Ramos dan kawan-kawan.
Tetapi pada akhirnya Messi tak masuk dalam susunan 11 pemain inti. Tak sampai di situ, Messi juga tak ada dalam daftar pemain cadangan. Messi duduk di tribune penonton, menyaksikan Argentina jadi korban pembantaian.
Absennya Messi di dua laga memunculkan asumsi bahwa kondisi psikologis Messi tidak sempurna saat menjalani tugas negara. Beban Messi terlalu berat sehingga ia sering kewalahan menghadapinya.
Komentar Sampaoli dalam sepekan terakhir jadi gambaran betapa sulitnya posisi Messi di Timnas Argentina.
Lionel Messi dipuja oleh suporter Argentina, namun ada pula yang mengkritiknya saat Argentina gagal. (Foto: AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS) |
"Messi punya senjata yang diarahkan kepalanya bernama Piala Dunia. Bila ia tidak memenangkannya, maka ia akan tertembak dan terbunuh. Alhasil, dia tak bisa menikmati talentanya," ucap Sampaoli.
Sampaoli mengutarakan komentar itu dengan maksud menyadarkan publik agar tak memberikan tekanan berlebihan pada Messi sehingga sang bintang bisa mengeluarkan seluruh potensinya.
[Gambas:Instagram]
Namun di sisi lain, Sampaoli justru mengagungkan Messi sekaligus memberikan beban berat untuknya. Sampaoli menyebut Argentina saat ini adalah tim yang dibangun dengan Messi sebagai pusatnya. Sampaoli lalu juga mengatakan tak ada lagi yang perlu diperbaiki dari sosok Messi.
Pujian dan tuntutan itu yang kemudian jadi tekanan berat bagi Messi, mulai saat ini hingga Piala Dunia nanti. Usianya yang menginjak 31 tahun di 2018 membuat tekanan untuk Messi bertambah karena Piala Dunia 2018 seolah jadi kesempatan terakhir saat periode emas kariernya berlangsung.
Bila Messi bisa kembali tampil super, tanpa cela, dan menjadi nyawa Barcelona, patutlah semua berpikir bahwa dugaan Messi demam panggung bersama Argentina benar adanya. (bac)
Lionel Messi hanya bisa menyaksikan perjuangan rekan setimnya pada laga lawan Italia dan Spanyol. (Foto: AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)
Lionel Messi ikut berlatih bersama rekan setim dalam persiapan tim lawan Italia dan Spanyol. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff)
Lionel Messi dipuja oleh suporter Argentina, namun ada pula yang mengkritiknya saat Argentina gagal. (Foto: AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)