WAWANCARA EKSKLUSIF
Herry IP: Kevin/Marcus Boleh Provokasi Lawan
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Sabtu, 07 Apr 2018 11:53 WIB
Keberhasilan Kevin/Marcus masuk final dalam sembilan turnamen terakhir dengan tujuh titel juara membuat mereka kini berstatus sebagai ganda terbaik di dunia.
Namun, bukan berarti mereka tak memiliki kendala untuk terus mempertahankan status itu. Selain lawan-lawan di lapangan, musuh lain Kevin/Marcus adalah cedera. Bagaimana pandangan Herry IP mengenai hal itu? berikut lanjutan wawancara Herry IP dengan CNNIndonesia.com:
Bagaimana agar Kevin/Marcus tetap berada di level mereka pada ajang seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games tahun ini?
Sebenarnya ujian penting mereka ada di All England 2018, karena gelar juara yang mereka raih di 2017 itu spektakuler. Ujian pertama di Indonesian Masters, mereka bisa buktikan. Terus ujian kedua di All England mereka juga bisa buktikan, dengan dua turnamen di 2018 saya yakin dan optimistis mereka bisa mencapai apa yang ditargetkan oleh PBSI.
Apakah coach Herry selalu menekankan target juara untuk Kevin/Marcus di tiap turnamen?
Saya tidak selalu memberikan target juara. Saya memberikan masukan, mereka tahu tugas dan tanggung jawabnya. Saya tidak secara langsung mengatakan kamu harus juara, tapi dia tahu tugas dan tanggung jawabnya. Itu salah satu kelebihan mereka.
Terhitung sejak tahun lalu ada beberapa cedera yang mengganggu Kevin/Marcus. Apakah karena terlalu keras berlatih?
Kevin ada cedera bahu waktu Indonesia Terbuka tahun lalu, otot sobek beberapa lembar. Sampai saat ini masih ada konsultasi dengan dokter dan masih belum pulih 100 persen sampai sekarang. Kevin juga mengatakan cedera tersebut terkadang sakit dan ini yang harus dijaga agar tak jadi cedera kambuhan.
Khusus Marcus waktu di Denmark bermasalah dengan pinggang, menurut saya udah mulai sembuh. Cedera terbaru ada di bahu Marcus, tapi mungkin tidak separah Kevin. Kevin setelah di MRI memang benar-benar sobek, tapi dengan terapi rutin bisa diatasi.
Siapa lawan yang berpotensi mengganjal langkah Kevin/Marcus tahun ini?
Saya rasa yang harus diperhatikan ada beberapa pasangan dari negara lain seperti China dan Taiwan yang tetap kita waspadai. Secara keseluruhan, untuk satu tahun ke depan, asal tidak ada masalah cedera, Kevin/Marcus masih bisa mengatasi semua pasangan di dunia.
Kevin/Marcus bakal dihantui pertanyaan apakah performa mereka bakal tetap sama di Piala Thomas. Bagaimana Anda melihat hal itu?
Kalau saya sih optimis saja ya, mau main perorangan atau beregu tetep sama. Mungkin mereka bisa lebih baik di beregu, karena ini tanggung jawab tim. Mereka harus lebih semangat lagi. (har)
Namun, bukan berarti mereka tak memiliki kendala untuk terus mempertahankan status itu. Selain lawan-lawan di lapangan, musuh lain Kevin/Marcus adalah cedera. Bagaimana pandangan Herry IP mengenai hal itu? berikut lanjutan wawancara Herry IP dengan CNNIndonesia.com:
Bagaimana agar Kevin/Marcus tetap berada di level mereka pada ajang seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games tahun ini?
Sebenarnya ujian penting mereka ada di All England 2018, karena gelar juara yang mereka raih di 2017 itu spektakuler. Ujian pertama di Indonesian Masters, mereka bisa buktikan. Terus ujian kedua di All England mereka juga bisa buktikan, dengan dua turnamen di 2018 saya yakin dan optimistis mereka bisa mencapai apa yang ditargetkan oleh PBSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry IP menyebut cedera Kevin/Marcus jadi salah satu hal yang bakal diperhatikan secara serius agar tak menghambat karier mereka. (Dok. PBSI) |
Saya tidak selalu memberikan target juara. Saya memberikan masukan, mereka tahu tugas dan tanggung jawabnya. Saya tidak secara langsung mengatakan kamu harus juara, tapi dia tahu tugas dan tanggung jawabnya. Itu salah satu kelebihan mereka.
Kevin ada cedera bahu waktu Indonesia Terbuka tahun lalu, otot sobek beberapa lembar. Sampai saat ini masih ada konsultasi dengan dokter dan masih belum pulih 100 persen sampai sekarang. Kevin juga mengatakan cedera tersebut terkadang sakit dan ini yang harus dijaga agar tak jadi cedera kambuhan.
Khusus Marcus waktu di Denmark bermasalah dengan pinggang, menurut saya udah mulai sembuh. Cedera terbaru ada di bahu Marcus, tapi mungkin tidak separah Kevin. Kevin setelah di MRI memang benar-benar sobek, tapi dengan terapi rutin bisa diatasi.
Kevin/Marcus ketika menjadi juara All England 2018. (ANTARA FOTO/Handout/Humas PBSI) |
Saya rasa yang harus diperhatikan ada beberapa pasangan dari negara lain seperti China dan Taiwan yang tetap kita waspadai. Secara keseluruhan, untuk satu tahun ke depan, asal tidak ada masalah cedera, Kevin/Marcus masih bisa mengatasi semua pasangan di dunia.
Kevin/Marcus bakal dihantui pertanyaan apakah performa mereka bakal tetap sama di Piala Thomas. Bagaimana Anda melihat hal itu?
Kalau saya sih optimis saja ya, mau main perorangan atau beregu tetep sama. Mungkin mereka bisa lebih baik di beregu, karena ini tanggung jawab tim. Mereka harus lebih semangat lagi. (har)
Herry IP menyebut cedera Kevin/Marcus jadi salah satu hal yang bakal diperhatikan secara serius agar tak menghambat karier mereka. (Dok. PBSI)
Kevin/Marcus ketika menjadi juara All England 2018. (ANTARA FOTO/Handout/Humas PBSI)