Real Madrid Singkirkan Juventus, Buffon Maki Wasit

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 07:46 WIB
Real Madrid Singkirkan Juventus, Buffon Maki Wasit Gianluigi Buffon diusir wasit Michael Oliver ketika pertandingan Real Madrid vs Juventus hampir usai. (REUTERS/Susana Vera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gianluigi Buffon mendapat kartu merah pertama di Liga Champions setelah memprotes keputusan wasit yang memberikan penalti bagi Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (11/4) waktu setempat.

Sebelum wasit menunjuk titik putih atas pelanggaran Mehdi Benatia kepada Lucas Vazquez, Buffon turut menjadi salah satu pemain penting yang membuat Juventus mampu unggul tiga gol tanpa balas.

Buffon tercatat menggagalkan tembakan yang dilepaskan Isco dan Cristiano Ronaldo. Menjelang laga berakhir, keputusan Michael Oliver memberi penalti kepada Madrid sontak membuat Buffon kaget.


Gianluigi Buffon mendapat kartu merah pertama di Liga Champions.Gianluigi Buffon mendapat kartu merah pertama di Liga Champions. (REUTERS/Dylan Martinez)
Kiper veteran itu menghampiri Oliver dan terlihat berteriak mengajukan protes. Namun reaksi Buffon langsung diganjar kartu merah oleh pengadil asal Inggris tersebut.

Hingga laga usai Buffon masih memendam kesal terhadap Oliver yang berusia tujuh tahun lebih muda.

Dikartu Merah untuk Kali Pertama, Buffon Maki Wasit
"Tidak aneh. Wasit kehilangan pedoman, saya menerima hal itu. Saya tidak menerima jika wasit itu memimpin pertandingan yang melibatkan dua tim besar dan tidak memiliki karakter, keberanian atau kemampuan membuat keputusan yang menenangkan," ujar Buffon ketika ditanya tentang kartu merah di pengujung laga seperti dikutip dari Football Italia.

Buffon menilai Oliver tidak pernah beradu argumen dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak menerima reaksi dan protes yang ia keluarkan.

"Dia tidak siap. Memberi penalti seperti itu setelah pertandingan yang patut diingat, mengeluarkan seseorang yang belum pernah dikartu merah karena tidak pernah berbeda pendapat dalam hidupnya di pertandingan terakhir saya adalah hal yang tidak dapat diterima," kata penjaga gawang berusia 40 tahun.

"Jika Anda melakukan hal itu, Anda memiliki kantong sampah [bukan hati] di dalam dada Anda. Kami melakukan sesuatu yang luar biasa pada malam ini dan performa kami juga heroik. Saya bangga luar biasa menjadi kapten," ucap Buffon menambahkan. (ptr)