Matthysse Ingin Buat Pacquiao Pensiun

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 04:12 WIB
Matthysse Ingin Buat Pacquiao Pensiun Lucas Matthysse yakin kemenangan atas Manny Pacquiao bakal membuat perjalanan kariernya lebih bagus. (REUTERS/Las Vegas Sun/L.E. Baskow)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lucas Matthysse ingin duel lawan Manny Pacquiao pada 15 Juli mendatang di Kuala Lumpur jadi duel terakhir dalam karier Pacquiao.

Pacquiao sempat menyatakan pensiun pada dua tahun lalu namun kemudian kembali aktif di ring tinju. Meskipun kalah dari Jeff Horn, Pacquiao tetap terus menegaskan niatnya untuk aktif di dunia tinju. Karena itu Matthysse berharap dirinya bisa menyadarkan Pacquiao bahwa era emas Pacman sudah berlalu.

"Saya harap saya bisa membuat Manny Pacquiao pensiun.Kami bersiap untuk bisa mewujudkan hal itu, kami bersiap untuk menang."


"Saya tak berpikir bahwa saya ingin menang dengan angka. Saya berpikir untuk bisa menaklukkan Pacquiao lewat kemenangan KO," ucap Matthysse dalam wawancara dengan Boxing Scene.

Matthysse yakin dirinya punya kemampuan untuk memukul KO Pacquiao. Dalam 39 kemenangan yang dibukukan sepanjang kariernya, Matthysse mencetak 34 kemenangan KO/TKO di dalamnya.

Manny Pacquiao kini sudah berusia 39 tahun.Manny Pacquiao kini sudah berusia 39 tahun. (Foto: REUTERS/Las Vegas Sun/Steve Marcus)
Kemenangan terakhir lawan Tewa Kiram yang berbuah sabuk juara dunia kelas welter WBA juga berasal dari kemenangan KO.

"Saya sudah bisa membayangkan jalannya pertandingan. Saya senang melihat fakta bahwa Pacquiao punya tipe yang sama dengan saya."

"Kami harus fokus dan bersiap dengan baik. Saya yakin bahwa pukulan saya di kelas welter ini termasuk kuat," ujar Matthysse.

Matthysse sejatinya juga bukan tergolong petinju muda. Usianya saat ini sudah 35 tahun, berjarak empat tahun dari Pacquiao. Namun Matthysse masih punya ambisi memiliki perjalanan karier yang lebih mentereng. Petinju asal Argentina ini yakin hal tersebut bisa terwujud jika ia menang lawan Pacquiao.

"Saya tahu bahwa kemenangan akan membuka pintu surga untuk masa depan saya, namun saat ini saya hanya berusaha fokus pada laga ini."

"Saya juara dunia di laga ini dan ia ingin sabuk juara dunia saya. Dia memilih saya dan sayalah yang memberikan persetujuan untuk terjadinya laga ini," kata Matthysse memberikan penegasan. (ptr)