Timnas Indonesia Disebut Sulit Capai Target Asian Games 2018
Titi Fajriyah | CNN Indonesia
Selasa, 24 Apr 2018 02:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda sepak bola Indonesia Dede Sulaiman menilai Timnas Indonesia sulit untuk bisa mencapai target empat besar di Asian Games 2018 Agustus mendatang.
Dede menyebut peluang Indonesia agak berat untuk mewujudkan keinginan tembus empat besar Asia. Di dunia sepak bola, lanjut Dede, hal terpenting yakni pembinaan usia muda yang berjenjang, mulai dari U-10, U-12, U-14, sampai dengan U-19. Sedangkan yang saat ini dilakukan PSSI disebut pembinaan secara instan.
"Bicara kenyataan saja, peluang agak berat, kelasnya berbeda. Bahkan target empat besar yang dikumandangkan PSSI itu hanya mimpi. Jangan cuma angan-angan masuk di empat besar, walaupun sebetulnya kita tuan rumah di sini," ucap Dede kepada wartawan, Senin (23/4).
Pada 1985, Dede turut membawa tim Garuda juara Subgrup 3B Kualifikasi Piala Dunia 1986 zona Asia. Sayang, Indonesia harus kalah dari Irak dan Korea Selatan yang memastikan diri lolos ke Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Saat itu, Timnas Indonesia dipenuhi pemain campuran antara senior dan junior. Dede yang masuk ketegori pemain senior bersama dengan Heri Kiswanto dan Rully Nere berkolaborasi dengan pemaib muda seperti Hermansyah, Warta Kusuma, Marzuki Nyak Mad yang berasal dari pembinaan pemain usia muda berjenjang.
"Level Timnas Indonesia dulu di Asia Tenggara masih di atas. Peringkat dulu juga di atas. Sekarang malah di level ketiga di bawah Thailand dan Vietnam," ujar Dede yang juga mantan striker Persija Jakarta itu.
Indonesia sebetulnya disebut Dede punya ciri khas tersendiri soal gaya bermain sepak bola. Berdasarkan postur tubuh, Indonesia memiliki kelebihan soal kecepatan dan kelincahan para pemainnya.
Karena itu, Dede tidak setuju dengan cara PSSI mencari jalan pintas melalui proses naturalisasi. Selain kualitas yang menurun, pemain lokal disebut jarang mendapatkan kesempatan di ranah kompetisi yang menjadi wadah pemain untuk menunjukkan bakatnya.
"Hanya memang kualitas pemain lama yang dulu dan sekarang berbeda. Ini yg harus dibina PSSI. Maka saya katakan hal utama yang harus dilakukan dalam memperbaiki prestasi bola Indonesia adalah pembinaan usia muda. Itu paling penting," ucap Dede.
"Sebagai pelatih dan pemain, Luis Milla punya kualitas bagus. Tapi kualitas pemain kita yang agak kurang kemampuannya. Sekarang ini kita masih melihat kuantitas dibanding kualitas," jelasnya. (sry)
Add
as a preferred
source on Google
Dede menyebut peluang Indonesia agak berat untuk mewujudkan keinginan tembus empat besar Asia. Di dunia sepak bola, lanjut Dede, hal terpenting yakni pembinaan usia muda yang berjenjang, mulai dari U-10, U-12, U-14, sampai dengan U-19. Sedangkan yang saat ini dilakukan PSSI disebut pembinaan secara instan.
Lihat juga:Model Kolombia Ungkap Kesan Kencani Ronaldo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membidik posisi empat besar Asian Games 2018 dianggap mimpi bagi tim asuhan Luis Milla. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Karena itu, Dede tidak setuju dengan cara PSSI mencari jalan pintas melalui proses naturalisasi. Selain kualitas yang menurun, pemain lokal disebut jarang mendapatkan kesempatan di ranah kompetisi yang menjadi wadah pemain untuk menunjukkan bakatnya.
PSSI perlu memperhatikan pembinaan usia muda agar memiliki Timnas Indonesia yang berprestasi. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
as a preferred source on Google
Membidik posisi empat besar Asian Games 2018 dianggap mimpi bagi tim asuhan Luis Milla. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
PSSI perlu memperhatikan pembinaan usia muda agar memiliki Timnas Indonesia yang berprestasi. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)