Indonesia gagal memenuhi target setelah terhenti di babak semifinal. Indonesia kalah dari China dengan skor 1-3. Satu-satunya poin Indonesia disumbangkan oleh Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anthony Sinisuka Ginting
Nilai : 5,5
Anthony Ginting sempat menang di dua laga awal, namun justru kalah di tiga pertandingan berikutnya. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Dari segi permainan, Anthony bisa mengimbangi tiga pebulutangkis tersebut. Namun, Anthony sering melakukan kesalahan yang akhirnya merugikan dirinya sendiri. Anthony butuh lebih tenang untuk menghadapi laga-laga besar di turnamen penting berikutnya.
Jonatan Christie
Nilai : 5,5
Jonatan Christie gagal mempertahankan momentum ketika menghadapi Shi Yuqi dari China di semifinal. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Jonatan seharusnya punya peluang untuk menang di laga lawan Shi Yuqi namun dirinya tidak bisa menjaga momentum di duel tersebut. Masalah kebugaran jadi kendala utama Jonatan di laga ini.
Ihsan Maulana Mustofa
Nilai : 7
Ihsan Maulana Mustofa meraih dua kemenangan di Piala Thomas 2018. (Dok. Humas PBSI) |
Firman Abdul Kholik
Nilai : 7
Firman Abdul Kholik sukses membuktikan dirinya layak tampil di Piala Thomas 2018. (Dok. Humas PBSI) |
Kesalahan kecil Firman ada pada laga lawan Ha Young Woong saat ia menyia-nyiakan keunggulan 20-12 di gim pertama. Meski akhirnya Firman bisa memenangkan duel tersebut.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon
Nilai: 7
Penampilan di Piala Thomas 2018 menjadi modal bagus bagi Kevin/Marcus untuk turnamen beregu berikutnya. (Dok. Humas PBSI) |
Setelah itu, penampilan Kevin/Marcus membaik ketika menghadapi Chung Eui Seok/Kim Won Ho. Penampilan Kevin/Marcus mencapai puncaknya pada laga Goh V Shem/Tan Wee Kiong dan Liu Cheng/Zhang Nan. Hasil dua laga itu bisa jadi modal bagi Kevin/Marcus untuk lebih percaya diri menghadapi turnamen beregu berikutnya.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
Nilai: 7,5
Fajar/Rian bisa menjadi salah satu kekuatan tim Indonesia di Piala Thomas 2020. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Fajar/Rian memberikan sinyal Indonesia bakal punya ganda putra kuat lainnya di luar Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. Dua tahun ke depan, kombinasi Kevin/Marcus dan Fajar/Rian bisa jadi kekuatan utama Indonesia di Piala Thomas 2020.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Nilai: 6
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal menyelamatkan Indonesia saat laga lawan China. Ahsan/Hendra kalah lawan Li Junhui/Liu Yuchen di partai keempat dan membuat Indonesia kalah 1-3.
Lihat juga:Real Madrid Juara Liga Champions 2018 |
Anthony Ginting sempat menang di dua laga awal, namun justru kalah di tiga pertandingan berikutnya. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jonatan Christie gagal mempertahankan momentum ketika menghadapi Shi Yuqi dari China di semifinal. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Ihsan Maulana Mustofa meraih dua kemenangan di Piala Thomas 2018. (Dok. Humas PBSI)
Firman Abdul Kholik sukses membuktikan dirinya layak tampil di Piala Thomas 2018. (Dok. Humas PBSI)
Penampilan di Piala Thomas 2018 menjadi modal bagus bagi Kevin/Marcus untuk turnamen beregu berikutnya. (Dok. Humas PBSI)
Fajar/Rian bisa menjadi salah satu kekuatan tim Indonesia di Piala Thomas 2020. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)