Gareth Southgate memutuskan untuk melakukan rotasi besar-besaran dalam laga lawan Belgia. Banyak pemain-pemain yang disimpan untuk laga terakhir, mulai dari Kyle Walker, Jesse Lingard, hingga Raheem Sterling dan Harry Kane.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Southgate jelas berani mengambil risiko mengistirahatkan pemain di laga terakhir. Pemain Inggris era 90-an ini tak takut dengan status runner up grup karena hanya ditunggu oleh Kolombia.
Timnas Inggris memainkan sejumlah pemain pelapis pada laga lawan Belgia. (Foto: REUTERS/Marko Djurica) |
Pasalnya juara grup G punya peluang untuk berjumpa Brasil di perempat final dan dalam bayang-bayang duel lawan tim besar lainnya (Uruguay, Portugal, Prancis, Argentina) di babak semifinal.
Dengan gambaran seperti itu, maka duel lawan Jepang di babak 16 besar seolah jadi 'bonus' sementara sebelum jalan terjal di depan mata.
Mengesampingkan hipotesa bahwa Inggris sengaja memilih jalan yang lebih mudah di babak 16 besar, alasan Southgate menurunkan banyak pemain cadangan di laga terakhir adalah untuk memberikan waktu istirahat kepada para pemain.
Bomber timnas Inggris, Harry Kane diistirahatkan pada laga lawan Belgia. (Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch) |
Inggris pun sudah harus kembali berlaga di tanggal 3 Juli untuk duel berikutnya di babak 16 besar. Dengan gambaran padatnya jadwal, logis bila Southgate memilih untuk memberikan istirahat untuk sejumlah pemain andalan.
Andai saja Southgate menurunkan formasi terbaik dan ada 1-2 pemain yang cedera, maka Southgate akan mendapatkan kritikan, tak peduli bila di akhir pertandingan Inggris mampu mengalahkan Belgia.
Tak Temukan Pemain Super Sub
Selain mengistirahatkan pemain, Southgate juga punya misi lain yang bisa dilihat dari laga ini. Southgate ingin mendapatkan pemain yang sekiranya bisa diandalkan bila komposisi terbaik yang ia genggam saat ini tidak bekerja dengan baik.
Namun bila melihat penampilan Inggris di laga lawan Belgia, pemain-pemain cadangan 'Three Lions' tidak menunjukkan performa impresif.
Marcus Rashford membuang peluang untuk mencetak gol ke gawang Belgia. (Foto: REUTERS/Lee Smith) |
Koordinasi permainan Inggris tak rapi, alur bola tidak berjalan dengan baik, dan lini belakang sering salah komunikasi.
Bermain dengan banyak pemain yang sering duduk di bangku cadangan, terutama di bagian lini serang, jelas Southgate akan kesulitan mendapatkan nama yang kira-kira bisa cocok jadi solusi di kala kebuntuan melanda nantinya.
Southgate Dipuji Namun Siaga Dicaci
Southgate saat ini jelas dalam posisi yang bagus. Dua laga dengan kemenangan dan kekalahan dari Belgia tidak dianggap sebagai sebuah kegagalan. Status runner up grup sudah bisa menghindarkan Inggris dari duel lawan Brasil, Argentina, Prancis, Portugal, Uruguay, dalam perjalanan menuju final.
Tim-tim yang ada di hadapan Inggris saat ini adalah tim-tim dengan status kuda hitam, seperti Kolombia, Swedia, atau Swiss.
Gareth Southgate harus siap dicaci bila Inggris kalah dari Kolombia di babak 16 besar. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson) |
Namun satu hal yang harus diingat Southgate dan pasukannya, 'Three Lions' belum benar-benar teruji dalam laga sulit. Tunisia dan Panama memang di atas kertas memiliki kekuatan di bawah mereka.
![]() |
Saat itu terjadi, segala puji-puji untuk Southgate dan timnya akan sirna, termasuk keputusannya memainkan tim lapis dua di laga terakhir lawan Belgia.
(arh)
Timnas Inggris memainkan sejumlah pemain pelapis pada laga lawan Belgia. (Foto: REUTERS/Marko Djurica)
Bomber timnas Inggris, Harry Kane diistirahatkan pada laga lawan Belgia. (Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch)
Marcus Rashford membuang peluang untuk mencetak gol ke gawang Belgia. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Gareth Southgate harus siap dicaci bila Inggris kalah dari Kolombia di babak 16 besar. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)