Korea Selatan gagal mencapai target untuk melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2018 setelah menempati peringkat ketiga klasemen Grup F hasil sekali menang dan dua kali kalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin pulang sebelum bulan Juli, dan mengecewakan untuk kembali ke rumah pada bulan Juni. Saya ingin berterima kasih kepada fan kami atas cinta dan dukungan mereka. Tanpa fan kami tidak akan mampu menciptakan keajaiban," ujar Shin dikutip dari Daily Mail.
Pemain-pemain Korea Selatan berselebrasi setelah menang 2-0 atas Jerman di laga terakhir Grup F. (REUTERS/Dylan Martinez) |
"Saya minta maaf kepada fan kami, karena kami tidak bisa memenuhi janji untuk mencapai babak gugur. Tetapi saya pikir kami semua melihat harapan dari kemenangan atas Jerman," ucap Son.
Selain dilempari telur dan guling oleh suporter, kegagalan di Piala Dunia 2018 juga membuat skuat timnas Korea Selatan harus bersiap menghadapi 'hukuman' wajib militer (wamil).
Namun skuat timnas Korea Selatan masih bisa terbebas dari kewajiban ini selama bisa memenangkan medali emas Asian Games 2018 bagi negaranya.
Sebelumnya, skuat timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 terbebas dari wajib militer karena sukses menembus babak semifinal. Hal yang sama diterapkan kepada para atlet berprestasi, misalnya, di Olimpiade dan anggota skuat baseball.
Sementara, timnas Korsel pada Piala Dunia 2018 gagal lolos fase grup meski sukses menaklukkan juara bertahan Jerman 0-2. Kegagalan ini memicu ketakutan akan pengenaan wajib militer dari para pemain.
Pemain timnas Korea Selatan Son Heung-min berjibaku saat berduel dengan pemain timnas Jerman Mats Hummels, di South Kazan Arena, Kazan, Rusia, 27 Juni. (REUTERS/Dylan Martinez) |
"Mereka dihukum untuk melakukan ini dengan terpaksa. Hal itu akan merusak performa tim di masa depan," imbuh dia.
Suara Kim ini mewakili asprasi banyak warga melalui petisi di situs resmi Presiden Moon Jae-In. Salah satunya berbunyi, "[Para pemain itu] memberi kami begitu banyak harapan dan bakat mereka tak seharusnya terbuang percuma di kemiliteran."
Banyak yang beranggapan bahwa Taeguk Warriors layak dikecualikan dari wamil karena memberi kebahagiaan kepada para suporter karena berhasil mengalahkan Tim Panser Jerman.
Militer Korea Selatan berlatih di Pyeongchang, 2017. (AFP PHOTO / Ed JONES) |
Namun demikian, Pemerintah Korsel belum memberikan sinyal apapun soal peluang untuk membebaskan Heung-Min dan kawan-kawan dari wajib militer.
Perdana Menteri Korsel Lee Nak-Yeon menolak untuk mengiyakan permintaan para fan itu. Ia menilai hasil melawan Jerman itu, "Realitas mengalahkan imajinasi kita."
Namun, hasil itu tak bisa membuat Heung-Min dan kawan-kawan lolos karena kalah poin dari Swedia dan Meksiko. Heung-Min sendiri menjadi top scorer timnya dengan dua gol sepanjang Piala Dunia 2018. (sry)
Pemain-pemain Korea Selatan berselebrasi setelah menang 2-0 atas Jerman di laga terakhir Grup F. (REUTERS/Dylan Martinez)
Pemain timnas Korea Selatan Son Heung-min berjibaku saat berduel dengan pemain timnas Jerman Mats Hummels, di South Kazan Arena, Kazan, Rusia, 27 Juni. (
Militer Korea Selatan berlatih di Pyeongchang, 2017. (