Rusia melaju ke babak perempat final sekaligus mempertajam capaian di Piala Dunia berkat dua penyelamatan Igor Akinfeev di babak adu penalti.
Sejak mengikuti Piala Dunia pada 1994, Rusia hanya menjadi penggembira dan selalu gagal melaju ke fase gugur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika menghadapi juara dunia 2010, Akinfeev sudah kebobolan pada menit ke-12 ketika bola dari Marco Asensio yang mengenai betis Sergei Ignashevich masuk ke gawangnya.
Igor Akinfeev mementahkan penalti Koke Ressurrecion di babak 16 besar Piala Dunia 2018. (REUTERS/Maxim Shemetov) |
Kiper yang sudah memiliki 109 caps di timnas Rusia itu juga memiliki peran penting dalam menggagalkan serangan Spanyol.
Konsentrasi Akinfeev di bawah mistar cukup teruji. Setelah cukup lama 'menganggur' karena Spanyol lebih banyak memainkan bola di tengah lapangan, kiper kesebelasan CSKA Moskow itu menunjukan kesigapan ketika Isco Alarcon dan kawan-kawan mengalirkan bola-bola berbahaya.
Igor Akinfeev disambut pemain-pemain timnas Rusia. (REUTERS/Carl Recine) |
Akinfeev pun jadi andalan ketika pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Kiper yang sudah membela Rusia sejak 2004 itu tidak mengawali penampilannya di babak tos-tosan dengan gemilang. Eksekusi Andres Iniesta dan Gerard Pique tak mampu digagalkan Akinfeev.
Gawangnya sempat dibobol Sergio Ramos yang merupakan eksekutor penalti keempat Spanyol sebelum melakukan penyelamatan krusial.
Setelah membawa Rusia ke babak perempat final, Akinfeev masih punya peluang membawa tim Sbornaya meraih prestasi terbaik di ajang Piala Dunia.
[Gambas:Video CNN] (har)
Igor Akinfeev mementahkan penalti Koke Ressurrecion di babak 16 besar Piala Dunia 2018. (REUTERS/Maxim Shemetov)
Igor Akinfeev disambut pemain-pemain timnas Rusia. (REUTERS/Carl Recine)