Kroasia tidak meraih tiket semifinal dengan mudah. Vatreni harus bersusah-payah hingga melakoni babak adu penalti untuk bisa menghancurkan ketangguhan Rusia di turnamen ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dua pertandingan itu Rusia menerapkan permainan menyerang. Tim asuhan Staniskav Cherchesov itu juga bisa bermain cepat. Rusia termasuk tim dengan komposisi merata. Mereka juga punya motivasi besar di turnamen ini.
Kroasia menang 4-3 atas Rusia dalam babak adu penalti. (REUTERS/Henry Romero) |
Karena itu, pelatih Cherchesov menerapkan gaya bermain bertahan melawan La Furia Roja. Beruntung bagi Rusia, Spanyol seperti tidak memiliki solusi untuk membongkar rapatnya pertahanan tuan rumah.
Ujian berikutnya bagi Rusia datang dari Kroasia di perempat final. Kedua tim bermain berhati-hati di awal laga. Pasalnya kedua tim sama-sama mengetahui, baik Rusia atau Kroasia memiliki kemampuan serangan balik.
Harus diakui, Rusia merupakan salah satu tim hebat di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Christian Hartmann) |
Di babak kedua permainan kedua tim relatif melambat. Kroasia yang dihuni banyak pemain senior tidak ingin kecolongan untuk kali kedua karena stamina mereka yang kedodoran. Karena itu juga tim asuhan Zlatko Dalic ini tidak menyerang secara sporadis.
Sampai dengan 90 menit permainan berakhir, mental kedua tim masih terjaga dan seimbang. Di babak tambahan pertama Kroasia bisa berbalik unggul melalui sundulan Domagoj Vida menit ke-101. Tetapi Rusia tidak menyerah. Dalam kondisi tertinggal tuan rumah justru tampak tanpa beban untuk menekan Kroasia.
Pertandingan pun harus dilanjutkan ke adu penalti. Sayangnya, dalam hal ini pelatih Cherchesov sedikit melakukan kekeliruan. Pasalnya, pelatih 54 tahun itu menarik keluar Cheryshev di babak kedua dan Aleksandr Golovin di babak tambahan pertama. Padahal keduanya eksekutor yang sukses membobol gawang David De Gea ketika adu penalti lawan Spanyol.
Sebanyak dua dari lima penendang penalti Rusia gagal membobol gawang Kroasia yang dikawal Danijel Subasic. Tendangan Fyodor Smolov bisa dimentahkan Subasic, sementara eksekusi Fernandes melebar. Kroasia sendiri hanya gagal di Mateo Kovacic yang tendangannya ditepis Igor Akinfeev.
Luka Modric dan Ivan Rakitic menjadi kunci kemenangan Kroasia atas Rusia. (REUTERS/Kai Pfaffenbach) |
Faktor lain yang membuat Kroasia sukses menaklukkan Rusia adalah duo gelandang Ivan Rakitic dan Modric di depan barisan pertahanan mereka. Kedua pemain tersebut membuat Kroasia seimbang baik dalam bertahan maupun menyerang.
Rapor yang dimiliki Rakitic dan Modric itu berbeda jauh dengan gelandang-gelandang Rusia. Daler Kuzyaev hanya melakukan 52 sentuhan dengan 32 operan, sementara Roman Zobnin 61 sentuhan dan 37 operan.
Kini, tim asuhan Gareth Southgate itu sudah membuktikannya. Meski berusia muda, Inggris siap menyambut tantangan melawan Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 2018. (har)
Kroasia menang 4-3 atas Rusia dalam babak adu penalti. (REUTERS/Henry Romero)
Harus diakui, Rusia merupakan salah satu tim hebat di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Christian Hartmann)
Luka Modric dan Ivan Rakitic menjadi kunci kemenangan Kroasia atas Rusia. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)