Deschamps adalah nama besar dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia berada di generasi emas pada akhir era 90-an. Generasi yang awalnya diragukan bisa berprestasi lantaran meminggirkan pemain-pemain flamboyan macam Eric Cantona dan David Ginola.
Deschamps, sebagai gelandang bertahan, punya peran penting di balik keberhasilan Prancis jadi juara Piala Dunia 1998. Dua tahun kemudian, ia menjabat posisi sebagai kapten tim ketika Prancis jadi Raja Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembenahan Deschamps
Di Rio de Janeiro, Deschamps tidak bisa membawa Prancis berbuat banyak. Pemain-pemain macam Patrice Evra, Mathieu Valbuena, dan Karim Benzema tidak mampu mengangkat performa Les Bleus.
Empat tahun lalu, Hugo Lloris dan kawan-kawan di timnas Prancis tak diperhitungkan dalam bursa juara. (Foto: REUTERS/Dylan Martinez) |
Dua tahun berselang, Deschamps mulai memperlihatkan evolusi di tubuh timnas Prancis. Nama-nama lawas tak lagi banyak menghias skuat, diganti nama-nama pemain seangkatan Paul Pogba dan kawan-kawan.
Pogba, Olivier Giroud dan Antoine Griezmann mulai jadi kekuatan inti timnas Prancis. Mereka punya kesempatan bagus untuk jadi juara namun akhirnya kalah dari Portugal di partai final.
Berkah Pemain Muda Berbakat
Dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2018, Deschamps dianugerahi berkah banyaknya pemain muda berbakat yang muncul di Prancis dalam dua tahun terakhir.
Pemain macam Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Benjamin Pavard, hingga Nabil Fekir adalah nama-nama yang belum diperhitungkan dua tahun sebelumnya. Mereka menyeruak masuk sehingga membuat Deschamps tak lagi banyak menggunakan pondasi tim Piala Eropa 2016 untuk Piala Dunia 2018.
Di Piala Dunia 2018, tak banyak beban yang diusung oleh timnas Prancis. Namun mereka terbukti jadi tim dengan komposisi yang imbang, dari lini depan hingga belakang.
Nama Kylian Mbappe baru mencuat dalam dua musim terakhir. (Foto: REUTERS/Carlos Barria) |
Dalam menyusun formasi, Deschamps tak mau Prancis terlalu bersifat ofensif. Hal itu yang akhirnya membuat ia sering menggunakan formasi 4-2-3-1.
Kehadiran Paul Pogba dan N'Golo Kante sebagai jangkar adalah penegasan filosofi Deschamps sebagai pelatih dengan latar belakang gelandang bertahan.
Deschamps percaya kekuatan poros lini tengah akan menghadirkan peluang menang yang lebih besar.
Kante adalah mesin perebut bola dan pemutus serangan yang andal, sedangkan Pogba punya kemampuan melihat arah permainan dan bisa menggerakannya meski ditempatkan di posisi agak belakang.
Pemilihan Blaise Matuidi sebagai gelandang serang juga sikap Deschamps untuk bisa mengubah formasi jadi 4-3-2-1 saat mereka menerima serangan lawan bertubi-tubi.
Deschamps percaya kekuatan Mbappe dan Griezmann sudah cukup untuk menggerakan roda serangan cepat, ditambah kehadiran Olivier Giroud yang piawai mempertahankan bola dan bisa jadi 'tembok pemantul' untuk serangan bola-bola panjang yang langsung menusuk jantung pertahanan.
Di lini pertahanan, Deschamps memilih Raphael Varane dan Samuel Umtiti yang merupakan duet penuh tenaga. Mereka piawai duel bola udara namun tak canggung bertarung dalam hal kecepatan.
Prancis punya sosok gelandang pekerja keras dalam diri N'Golo Kante. (Foto: REUTERS/Pilar Olivares) |
Nilai plus dari Deschamps, ia pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Pemain-pemain Prancis akan melihat Deschamps sebagai sosok penuh karisma karena ia adalah pahlawan bagi sebagian besar pemain Prancis di masa kecil mereka. Dengan latar belakang itu, pemain Prancis akan selalu menaruh kepercayaan penuh pada pria yang dijuluki 'pengangkut air' oleh Eric Cantona ini.
Alhasil, Deschamps kini sudah mulai melihat bayangan sosok Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer di ujung perjalanan Piala Dunia 2018, tentunya dengan harapan ia akan bergabung dengan kelompok elite tersebut. (ptr)
Empat tahun lalu, Hugo Lloris dan kawan-kawan di timnas Prancis tak diperhitungkan dalam bursa juara. (Foto: REUTERS/Dylan Martinez)
Nama Kylian Mbappe baru mencuat dalam dua musim terakhir. (Foto: REUTERS/Carlos Barria)
Prancis punya sosok gelandang pekerja keras dalam diri N'Golo Kante. (Foto: REUTERS/Pilar Olivares)