Lalu Zohri Masih Tertinggal dari Catatan Waktu Terbaik Asia

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 02:09 WIB
Lalu Zohri Masih Tertinggal dari Catatan Waktu Terbaik Asia Lalu Muhammad Zohri menjadi sprinter pertama Indonesia yang meraih emas di Kejuaraan Atletik Dunia U-20. (Lehtikuva/Kalle Parkkinen via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lalu Muhammad Zohri meraih medali emas Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di nomor 100 meter, namun catatan waktu pemuda 18 tahun itu masih tertinggal dari rekor Asia.

Zohri menjadi juara di nomor bergengsi tersebut dengan mencatatakan waktu 10,18 detik mengalahkan dua sprinter Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Catatan waktu Zohri hanya terpaut 0,01 dari rekor nasional sekaligus rekor Asia Tenggara yang ditorehkan mantan andalan Indonesia, Suryo Agung Wibowo di SEA Games 2009.


Namun jika dikomparasikan dengan catatan waktu di level Asia atau Asian Games, catatan waktu Zohri terbilang terpaut cukup jauh.

Rekor lari 100 meter Asia tercatat 9,91 detik dipegang oleh sprinter dari dua negara, Femi Seun Ogunode dari Qatar dan Su Bingtian asal China.

Lalu Muhammad Zohri (kedua dari kanan) akan tampil di Asian Games 2018.Lalu Muhammad Zohri (kedua dari kanan) akan tampil di Asian Games 2018. (KBRI Helsinki)
Ogunode membukukan waktu tersebut di Kejuaraan Asia 2015 dan Kejuaraan Tom Jones Memorial 2016. Bingtian juga mengukir waktu yang sama pada dua kejuaraan, yakni di Kejuaraan Atletik Tahunan di Madrid dan di Paris pada Juni 2018.

Ogunode juga memegang rekor lari 100 meter di Asian Games dengan catatan waktu 9,93 detik yang dibuat pada Asian Games 2014 di Incheon.

"Di Asian Games catatan terbaiknya itu sekitar 9,93 [detik]. Tentu dia [Lalu Zohri] masih harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa ke sana [menjadi yang tercepat]," ucap Suryo Agung ketika dihubungi CNNIndonesia.com.

Waktu Lalu Zohri Masih Tertinggal dari Catatan Terbaik Asia
"Sebagai orang Indonesia, saya juga berharap ia mampu mencatatkan sejarah di Asian Games [untuk cabang lari 100 meter]. Kita sama-sama doakan saja, bukan diberikan beban terlalu berat," sambung manusia tercepat di Asia Tenggara itu.

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) merencanakan Zohri tampil di Asian Games 2018 bersama sprinter-sprinter senior seperti Fadlin, Boby Yaspi, dan Eko Rimbawan.

PB PASI tidak membebankan target apapun pada Zohri di Asian Games nanti kendati memiliki capaian apik di level junior.

"Persaingan di Asian Games sangat ketat, sementara dia masih sangat muda. Biarkan dia berkembang secara alami. Pokoknya jangan dipaksakan. Dia baru lepas usia remaja," ujar Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung. (bac)