Wacana Bonus Naik Haji Bagi Atlet Berprestasi di Asian Games

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 04:41 WIB
Wacana Bonus Naik Haji Bagi Atlet Berprestasi di Asian Games Wacana bonus haji untuk atlet berprestasi Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para atlet Indonesia yang meraih prestasi di Asian Games 2018 memiliki peluang untuk naik haji dengan biaya yang ditanggung pemerintah.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi mengatakan hal itu sebagai bentuk apresiasi kepada atlet yang beragama Islam. Ia menilai negara pantas memberikan penghargaan yang besar.

"Ini [bonus haji] sedang kami lakukan korespondensi dengan Pak Menteri Agama [Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin]. Semoga Pak Menteri Agama memberikan keleluasaan bagi para pejuang olahraga ini mendapat slot haji, atau setidaknya umrah dari Kementerian Agama. Insya Allah bisa," kata Menpora .


Selain itu, Imam kembali menegaskan setiap atlet yang meraih medali di Asian Games 2018 akan mendapat bonus.

Wacana Bonus Naik Haji Bagi Atlet Berprestasi di Asian GamesMenpora RI Imam Nahrawi mewacanakan bonus naik haji bagi atlet berprestasi di Asian Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
"Sesungguhnya, per emas itu lebih dari Rp2 miliar. Namun, klasifikasinya kemudian dibagi menjadi Rp1,5 miliar itu per satu medali emas baik perorangan, dobel, maupun tim. Namun untuk dobel dan tim, ada hitungan lagi," ucap Imam.

"Misalnya, ganda campuran Owi/Butet itu bonus dasar mendapat Rp1,5 miliar dan ada tambahan lagi, ada hitungannya. Untuk pelatih itu kira-kira 60 persen dari besaran bonus emas. Kalau PNS, semua peraih medali emas dan perak itu akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil," ucapnya menambahkan.

Wacana Bonus Naik Haji Bagi Atlet Berprestasi di Asian Games
Imam juga mengingatkan setiap peraih medali emas akan mendapat bonus rumah. Hal itu, lanjut dia, sudah disiapkan regulasinya oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) Basuki Hadimuljono.

"Atlet tinggal siapkan tanah, baru pemerintah bangun rumah. Saya kira itu saja untuk bonus," katanya.

Lebih lanjut, Imam mengabarkan saat ini para atlet Indonesia sedang melakukan pemusatan latihan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagian atlet, lanjutnya, juga ada yang menyiapkan diri untuk kejuaraan-kejuaraan Asia maupun dunia.

Imam mengharapkan nanti para atlet Indonesia bisa mencapai performa puncak di Asian Games 2018. Karenanya, ia menerangkan persiapan fisik, teknik, strategi, harus sudah dilakukan para atlet dari seluruh cabang olahraga.

"Sehingga, sekarang bagaimana doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Sekali lagi, musuh terbesar atlet itu adalah diri dia sendiri."

"Masalah mental itu betul-betul jadi faktor dominan, kekompakan dengan tim dan pasangan itu menjadi sesuatu yang sangat fundamental sekali," ujar Imam. (bac/jun)