Analisis

Timnas Indonesia U-19 Terlalu Paksakan Egy Maulana Vikri

Jun Mahares, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 22:30 WIB
Timnas Indonesia U-19 Terlalu Paksakan Egy Maulana Vikri Egy Maulana Vikri mengalami cedera di Piala AFF U-19. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia U-19 harus rela tersingkir dari gelaran Piala AFF U-19 2018 usai dikalahkan Malaysia di semifinal, Kamis (12/7). Hasil negatif ini tak lepas dari strategi yang terlalu memaksakan Egy Maulana Vikri bermain dengan durasi panjang.

Keputusan pelatih Indra Sjafri yang langsung menurunkan Egy Maulana Vikri sejak menit awal patut dievaluasi. Sebab, pemain Lechia Gdansk itu baru tiba di Surabaya pada Selasa (10/7).

Perjalanan panjang dari Polandia ke Indonesia praktis memengaruhi kebugaran Egy di lapangan. Kecepatan pemain spesialis kaki kiri itu tak begitu menonjol karena belum sepenuhnya fit.


Indonesia memang berhasil mencetak keunggulan di menit awal lewat eksekusi penalti Egy Maulana. Namun, sang pemain tampak kesulitan untuk mengembangkan permainan karena masih kelelahan.

Egy Maulana Vikri baru tiba di Surabaya pada Selasa (10/7).Egy Maulana Vikri baru tiba di Surabaya pada Selasa (10/7). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Malaysia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-14. Gol pasukan Harimau Muda dicetak oleh Muhammad Syaiful yang sukses menanduk bola memanfaatkan umpan sepak pojok.

Dalam kondisi imbang, Egy malah jarang melancarkan aksi individu di wilayah sepertiga akhir pertahanan lawan. Selain karena pertanahan berlapis Malaysia, Egy Maulana memang tak bisa memaksakan tubuhnya untuk berlari cepat.

Tak jarang umpan-umpan direct yang ditujukan pada Egy Maulana berhasil dipotong pemain lawan. Terlebih pemain bernomor 10 ini kerap jadi sasaran pelanggaran lawan.

Timnas Indonesia U-19 Terlalu Paksakan Egy Maulana Vikri
Kendati demikian, Indra Sjafri terus memaksakan Egy Maulana bermain di babak kedua. Padahal ia masih memiliki stok pemain depan macam Hanis Saghara yang tampil apik di babak penyisihan grup.

Egy Maulana sempat mengalami cedera karena kaki kanan yang salah bertumpu usai menendang bola ke gawang Malaysia di menit ke-65. Namun, ia tetap bermain setelah mendapat perawatan dari tim medis.

Namun, Egy Maulana akhirnya ambruk karena mengalami cedera pergelangan kaki di menit ke-88. Pemain binaan PPLP Ragunan Jakarta itu pun harus digotong keluar lapangan sambil merintih kesakitan.

Timnas Indonesia U-19 gagal melangkah ke final Piala AFF U-19 2018.Timnas Indonesia U-19 gagal melangkah ke final Piala AFF U-19 2018. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Egy Maulana yang sudah berjuang melawan kelelahan fisik tak kuasa meneteskan air mata setelah ditarik keluar dan digantikan Hanis Saghara.

Saghara sempat mendapat peluang emas di menit-menit akhir. Aksi individunya di kotak penalti diakhiri dengan tembakan kaki kiri masih bisa diamankan penjaga gawang lawan.

Mungkin Saghara bisa membuat perbedaan jika mendapat kesempatan bermain lebih banyak ketimbang memaksakan Egy Maulana yang masih belum sepenuhnya bugar.

Kendati demikian, skuat Indonesia U-19 sudah berjuang keras di sepanjang laga. Sayangnya dewi fortuna belum memihak Indonesia di babak adu penalti. Tiga penendang Indonesia gagal menunaikan tugasnya dengan baik sehingga harus menerima kekalahan 2-3 di akhir laga. (jun)