Fotografer yang Tertiban Skuat Kroasia Biasa Liput Perang

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 17:50 WIB
Fotografer yang Tertiban Skuat Kroasia Biasa Liput Perang Fotografer yang tertabrak para pemain Kroasia pada laga semifinal Piala Dunia 2018 biasa meliput perang. (REUTERS/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fotografer asal Meksiko, Yuri Cortez, yang tertiban sejumlah pemain Kroasia saat pertandingan semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Kamis (12/7) dini hari WIB, biasa meliput perang.

Cortez menjadi viral di media sosial setelah tertiban sejumlah pemain Kroasia saat laga melawan Inggris memasuki babak tambahan. Usai Kroasia mencetak gol kemenangan melalui Mario Mandzukic, sejumlah pemain Vatreni melakukan perayaan gol hingga meniban Cortez.

Dikutip dari AFP, Cortez biasa meliput perang seperti di Iran dan Afghanistan, kekerasan, dan bencana alam sepanjang tiga dekade kariernya sebagai fotografer. Cortez mengatakan ada satu kesamaan antara meliput perang dan tertiban para pemain Kroasia.


"Kesamaannya adalah adrenalin yang dirasakan. Tapi, ketika nyawa Anda dalam risiko, situasinya berbeda, adrenalinnya berbeda. Anda dengar suara tembakan, dan Anda tahu kalau mereka mengarahkan tembakan ke tempat Anda berada. Ini berbeda," ucap Cortez.

Fotografer yang Tertiban Skuat Kroasia Biasa Liput Perang
"Saya tidak pernah merasa nyawa saya dalam ancaman (saat tertiban). Saya hanya mendapatkan sejumlah memar, itu saja," sambung Cortez.
Mario Mandzukic dan kawan-kawan merayakan gol kemenangan Kroasia atas Inggris. (Mario Mandzukic dan kawan-kawan merayakan gol kemenangan Kroasia atas Inggris. (REUTERS/Carl Recine)
Cortez mengaku seharusnya mendapat tugas meliput di Piala Dunia 2018 hingga 4 Juli lalu. Tapi, Cortez harus meliput di Rusia lebih lama karena timnas Meksiko berhasil lolos ke babak 16 besar.

"Ketika Meksiko lolos dari babak pertama, pihak kantor memperpanjang tugas saya di Rusia hingga 12 Juli. Sekarang saya di sini. Setelah apa yang terjadi, saya berusaha memperpanjang masa tinggal saya, tapi itu tidak mungkin. Saya sebenarnya ingin melihat final, terutama setelah apa yang terjadi (di Kroasia vs Inggris)," ucap Cortez.

Kecupan dari Vida

Cortez tidak mempermasalahkan insiden tertiban skuat Kroasia. Selain karena kamera yang dimiliknya tidak rusak, Cortez juga menganggap Luka Modric dan kawan-kawan tidak menyadari kehadiran fotografer asal Meksiko tersebut.

"Saya pikir mereka tidak sadar ada fotografer tertiban di bawah mereka. Ketika mereka sadar, mereka membantu saya, bertanya apakah saya baik-baik saja. Kemudian terjadi momen emosional, jabat tangan, kecupan dari Vida, yang kemudian menjadi terkenal," ucap Cortez.

Usai pertandingan di Stadion Luzhniki, Cortez langsung pergi ke bandara dan meninggalkan Rusia. Dalam perjalanan ke bandara, Cortez mendapat banyak pesan dan telepon masuk.

"Sekilas saya melihat ke layar telepon dan ada ratusan telepon masuk. Itulah ketika saya mulai sadar insiden tersebut menjadi viral," ujar Cortez. (bac)