Wenger Menyesal Terlalu Lama di Arsenal
Arif Hulwan Muzayyin | CNN Indonesia
Selasa, 17 Jul 2018 22:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Arsene Wenger mengaku menyesal menjadi pelatih selama 22 tahun di Arsenal. Sebab, pengorbanannya untuk klub membuat orang-orang terdekatnya menjadi telantar.
Hal itu dikatakannya saat ditanya stasiun televisi RTL soal kesalahan terbesar sepanjang hidupnya.
"Mungkin, bersama satu klub dalam tempo 22 tahun," ucap Wenger, dikutip dari Dailymail.
"Saya adalah orang yang tak bisa diam, tapi saya juga suka tantangan," imbuhnya.
Pria berkebangsaan Prancis itu mengaku sudah memberikan pengorbanan yang sangat besar untuk membuat Arsenal kompetitif di Liga Primer Inggris. Termasuk, mengorbankan waktunya bersama keluarga.
"Saya menyesal sudah mengorbankan segalanya karena saya sadar saya sedih akibat [nasib] orang-orang di sekitar saya. Saya mengabaikan banyak orang, saya mengabaikan keluarga, saya menelantarkan banyak orang-orang dekat," tuturnya.
Wenger (68) menyebut itu tak lepas dari persoalan obsesi. Hal yang sama dinilainya akan terjadi pada eks pemain yang potensial menjadi pelatih handal, yakni Thierry Henry dan Patrick Vieira.
"Mereka memiliki kualitas, mereka cerdas, tahu sepak bola, punya skill menawan, tapi juga akan mengorbankan apa yang harus dikorbankan. Ini obsesi yang terus ada di kepala Anda siang malam. Anda bangun jam 3 pagi, berpikir soal pemilihan skuat, taktik, dan formasi," tutur dia.
"Saya menjadi tahanan dalam tantangan saya sendiri pada periode [di Arsenal] itu," kata Wenger menambahkan.
Wenger mulai melatih The Gunners pada Agustus 1996. Dua tahun kemudian, ia membawa Arsenal jadi juara Liga Primer Inggris dan FA Cup di musim yang sama.
Secara total, mantan pelatih Nagoya Grampus itu sudah memberi tiga gelar Liga Primer Inggris, tujuh Piala FA, dan tujuh Community Shield.
Selama menangani Arsenal, dia terkenal dengan kebijakan mendatangkan pemain dari negara asalnya, Prancis, yang terkenal dengan istilah French Connection. Di antara yang sukses adalah Henry dan Vieira. (har)
Hal itu dikatakannya saat ditanya stasiun televisi RTL soal kesalahan terbesar sepanjang hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wenger mengangkat trofi FA Cup usai mengalahkan Chelsea, 2017. (Reuters/Lee Smith) |
Wnger sempat menjalani rivalitas panjang dengan SIr Alex Ferguson yang melatih Manchester United. (AFP PHOTO / PAUL ELLIS) |
Thierry Henry (kanan) bersama skuat Arsenal, 2004. (AFP PHOTO / ODD ANDERSEN) |
"Saya menjadi tahanan dalam tantangan saya sendiri pada periode [di Arsenal] itu," kata Wenger menambahkan.
Patrick Viera sempat jadi gelandang bertahan andalan Arsenal. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI) |
Secara total, mantan pelatih Nagoya Grampus itu sudah memberi tiga gelar Liga Primer Inggris, tujuh Piala FA, dan tujuh Community Shield.
Selama menangani Arsenal, dia terkenal dengan kebijakan mendatangkan pemain dari negara asalnya, Prancis, yang terkenal dengan istilah French Connection. Di antara yang sukses adalah Henry dan Vieira. (har)
Wenger mengangkat trofi FA Cup usai mengalahkan Chelsea, 2017. (
Wnger sempat menjalani rivalitas panjang dengan SIr Alex Ferguson yang melatih Manchester United. (
Thierry Henry (kanan) bersama skuat Arsenal, 2004. (
Patrick Viera sempat jadi gelandang bertahan andalan Arsenal. (