Sebelumnya, Kelompok suporter Sriwijaya FC (SFC) merusak kursi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring usai timnya dipermalukan Arema FC 0-3, Sabtu (21/7) sore. Kejadian bermula usai Arema sukses menecetak gol ketiga di menit ke-76. Sebagian suporter yang berada di tribune utara sontak melepas kursi penonton dan kemudian melempar ke lapangan lintasan sintetis atletik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin meninjau Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring usai dirusak oknum suporter. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi) |
Imam menyampaikan pelaku yang membuat kerusakan di sana harus ditindak tegas. Namun, ia memuji respons pihak kepolisian yang telah menindak tegas siapapun yang merusak fasilitas negara.
"Dan ini [pesan] kepada siapapun: jaga fasilitas negara, karena itu dibangun oleh uang rakyat. Tolong dijaga dan dirawat," ucap Imam.
"Dan ini [menjaga fasilitas olahraga], sudah diperingatkan dari awal sebetulnya. Sebulan sebelum Asian Games tidak boleh ada kegiatan. Karena itu, silakan proses dengan baik," ucapnya melanjutkan.
Lebih lanjut, Imam berharap tidak ada kerusakan lagi yang terjadi di masa mendatang khususnya ketika Asian Games 2018 berlangsung. Ia yakin suporter Indonesia juga bisa bersikap dewasa untuk menyukseskan pesta olahraga Asia tersebut.
"Kalau ada [yang membuat kerusakan], saya minta ada tindakan tegas dari pihak penyelenggara maupun dari aparat. Tidak boleh dibiarkan," ujar Imam.
Sriwijaya FC ditinggal sejumlah pemain pilar menyusul kasus penunggakan gaji. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sementara itu Direktur Departemen Venue dan Lingkungan Games Operation INASGOC Teuku Arlan Perkasa Lukman menjelaskan alasan masih ada pertandingan sepak bola yang bergulir di sana sebulan jelang Asian Games 2018.
"Kemarin itu adalah event terakhir sebelum lock down [ditutup] untuk Asian Games 2018. Sayang sekali kejadian ini terjadi," ujarnya. (jun/bac)
Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin meninjau Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring usai dirusak oknum suporter. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Sriwijaya FC ditinggal sejumlah pemain pilar menyusul kasus penunggakan gaji. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)