Asian Games 2018

Keraguan di Balik Persiapan Indonesia Menyambut Asian Games

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 15:56 WIB
Keraguan di Balik Persiapan Indonesia Menyambut Asian Games Tantangan Indonesia di Asian Games 2018 kini adalah memastikan hari pelaksanaan berjalan dengan baik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesuksesan Indonesia dalam menggelar Asian Games 2018 diuji dalam kurang lebih dua pekan dari 18 Agustus hingga 2 September. Ada keraguan yang mengapung di balik persiapan Indonesia yang tergesa-gesa.

Pengamat olahraga Tommy Apriyantono ragu Indonesia bakal sukses menggelar Asian Games 2018. Pasalnya, dosen Sport Science dari Fakultas Farmasi Institut Teknologi Bandung tersebut melihat Indonesia tergesa-gesa dalam masa persiapan.


"Yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan Asian Games 2018 adalah pengawasan sumber daya manusia (SDM) dan perjalanan atlet. Dalam hal perjalanan atlet, misalnya, tim sepak bola putra belum ada uji coba di Bandung (Si Jalak Harupat). Berapa lama perjalanan dari hotel ke stadion? Sedangkan di Pakansari sudah uji coba," kata Tommy kepada CNNIndonesia.com pada Minggu (5/8).


Tommy melihat Indonesia mempersiapkan Asian Games 2018 dengan waktu yang mepet. Dilihat dari persiapan, lanjut dia, agak mengkhawatirkan.

Akses atlet ke venue jadi salah satu hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh INASGOC.Akses atlet ke venue jadi salah satu hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh INASGOC. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Karena ini pertama kalinya Asian Games dilakukan di beberapa tempat [DKI Jakarta, Palembang, Jawa Barat, Banten]. Apakah bisa panitia menangani lalu lintas dan sebagainya?" ucap Tommy.

"Sebetulnya sekarang kita lihat infrastrukturnya sudah siap. Tinggal pelaksanaannya, itu yang lebih sulit," ucapnya menambahkan.

Soal target,Tommy yakin Indonesia bisa mencapai peringkat 10 besar. Hal ini senada dengan keinginan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menginginkan Indonesia memperbaiki peringkat di Asian Games 2018.

Sebelumnya pada Asian Games 2014 di Korea Selatan, Indonesia berada di peringkat ke-17 dengan rincian empat emas, lima perak, dan 11 perunggu.

"Saya meyakini target 10 besar karena beberapa cabor [cabang olahraga] bukan olimpiade bisa meraih medali seperti paralayang, sepatu roda, dan panjat dinding," ujar Tommy.

"Harapannya adalah Asian Games 2018 ini menjadi tempatnya olahraga. Kalau ada kekurangan, evaluasi bersama. Jangan dimanfaatkan untuk pilpres [pemilihan presiden] 2019, kebaikan nama bangsa jangan dinodai dengan demonstrasi dan sebagainya," ujarnya melanjutkan.

Tersebarnya venue Asian Games di beberapa provinsi jadi salah satu hambatan yang harus dilalui.Tersebarnya venue Asian Games di beberapa provinsi jadi salah satu hambatan yang harus dilalui. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Ketimpangan Perhatian

Sementara itu Yoga Adiwinarto selaku Country Director dari Institut Transportasi dan Pengembangan Kebijakan (ITDP) menyoroti beberapa poin penting terkait transportasi dalam penyelenggaraan Asian Games 2018.

Yoga melihat program-program yang dilakukan pemerintah dalam Asian Games itu terlalu memihak kepada atlet. Ia menilai kebutuhan masyarakat untuk menyaksikan Asian Games 2018, khususnya yang berada di Jakarta, sangat kurang diperhatikan.

Tak hanya atlet, masyarakat diharapkan juga punya akses yang mudah untuk menjangkau venue-venue Asian Games.Tak hanya atlet, masyarakat diharapkan juga punya akses yang mudah untuk menjangkau venue-venue Asian Games. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Untungnya kami sudah mulai 'manas-manas'-in mereka. INASGOC [Komite Penyelenggara Asian Games 2018] memikirkan semua aspek, tapi kami lihat dari awal mereka sudah membatasi diri. Seharusnya mereka tanggung jawab kepada semua, tapi mereka mengatakan ada tanggung jawab Pemprov DKI juga," tutur Yoga.

"Kami sudah membuat rencana untuk mengakomodasi para penonton dan pengunjung pakai angkutan umum dengan membuat 'Panduan Transportasi Publik di Jakarta'. Di Palembang juga kami ingin pemerintah memikirkan cara supaya bagaimana caranya jangan hanya transportasi kereta api ringan itu dari Bandara ke JSC [Jakabaring Sport City], tapi juga harus bisa dari hotel dan tempat-tempat lain," tuturnya kembali.

Yoga mengatakan pemerintah dan juga pantia penyelenggara harus bisa meningkatkan aksesibilitas ke venue untuk semua lapisan masyarakat. Apalagi, kurang lebih dua pekan jelang Asian Games 2018, ia menilai antusiasme orang terhadap ajang edisi ke-18 itu cenderung negatif.

"Karena mereka [masyarakat Jakarta] harus menanggung akibatnya dari simulasi buka-tutup tol dan penerapan ganjil-genap jelang Asian Games 2018," ucap Yoga.


Satu hal yang pasti, Yoga senang jalan khusus pedestrian di ibukota semakin besar gara-gara Asian Games 2018. Ia menilai hal itu adalah investasi yang baik dari pemerintah setempat.

"Inilah semangatnya, Asian Games 2018 ada trotoar besar. Itu modal dasar dan tidak perlu biaya banyak," ujar Yoga. (bac)