Salah satunya adalah juru taktik yang akan melakoni laga perdana menangani klub baru mereka. Tercatat ada empat pelatih yang akan mempertaruhkan reputasi mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Maurizio Sarri (Chelsea)
Conte didepak dari The Blues karena dianggap gagal mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris.
Chelsea menanti filosofi Sarrismo dari manajer baru, Maurizio Sarri. (Foto: Reuters/John Sibley) |
Dengan mengusung permainan cepat dengan umpan-umpan pendek yang akrab disebut gaya 'Sarrismo' ketika membesut Napoli, Sarri diharapkan mampu mendongkrak permainan The Blues menjadi lebih greget.
Sepintas sulit membedakan antara metode Sarrismo dengan permainan Tiki-taka yang sama-sama mengutamakan penguasaan bola. Namun, perbedaan yang paling mencolok, Sarri lebih menekankan serangan secepat mungkin ke depan dengan penguasaan bola harus di pertahanan tim lawan. Sejumlah pengamat sepak bola menyebutnya dengan Tiki-taka vertikal.
2. Unai Emery (Arsenal)
Tak ada yang cukup spesial dengan filosofi kepelatihan Unai Emery. Sama dengan sejumlah pelatih lainnya, mantan juru taktik Paris Saint-Germain itu merupakan tipe pengusung permainan pragmatis.
Mirip pula dengan Conte, pelatih asal Spanyol tersebut lebih menekankan detail untuk menyusun taktik agar tepat sasaran dalam menghadapi lawan.
Unai Emery dikenal sebagai pelatih yang cukup pragmatis. (REUTERS/Edgar Su) |
Metode Emery ini pun kabarnya sempat dikeluhkan sejumlah pemain senior di PSG, termasuk bintang Brasil, Neymar.
Mantan pemain Valencia yang pernah dilatih Emery, Joaquim, juga pernah mengeluhkannya. "Terlalu banyak rekaman video dan membuat popcorn saya habis," demikian canda Joaquim, menyindir Emery.
Kehadiran Emery ini pun diharapkan para pendukung The Gunners membawa perubahan yang lebih baik karena memiliki gaya permainan berbeda dengan manajer sebelumnya, Arsene Wenger. Pelatih asal Prancis itu lebih keras kepala dalam menerapkan permainan menyerang.
3. Manuel Pellegrini (West Ham United)
Manuel Pellegrini sudah cukup familier di Liga Inggris. Ia pernah menangani Manchester City sejak musim 2013 hingga 2016.
Manuel Pellegrini menangani West Ham United musim ini. (Reuters/John Sibley) |
Sepak bola menyerang merupakan pendekatan yang akan ditawarkan Pellegrini dalam menangani West Ham United musim ini setelah David Moyes hengkang.
4. Marco Silva (Everton)
Marco Silva bergabung dengan Everton untuk menggantikan Sam Allardyce yang didepak musim ini. Allardyce dinilai miskin strategi dalam meracik The Toffees.
Marco Silva pernah disebut-sebut menjadi penerus Jose Mourinho. (Reuters/Ed Sykes) |
Julukan itu bukan tanpa alasan. Silva diyakini memiliki filosofi yang hampir mirip dengan Mourinho, yakni sepak bola pragmatis. Penerapan strategi yang lebih adaptif menjadi andalannya.
Chelsea menanti filosofi Sarrismo dari manajer baru, Maurizio Sarri. (Foto: Reuters/John Sibley)
Unai Emery dikenal sebagai pelatih yang cukup pragmatis. (REUTERS/Edgar Su)
Manuel Pellegrini menangani West Ham United musim ini. (Reuters/John Sibley)
Marco Silva pernah disebut-sebut menjadi penerus Jose Mourinho. (Reuters/Ed Sykes)