Sebagai tuan rumah Indonesia memiliki hak mengajukan cabor-cabor lain di luar yang sudah ada di Asian Games sebelumnya. Cabor-cabor itu tentu saja keuntungan bagi tuan rumah untuk meraih banyak medali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Asian Games 2018, Indonesia memasukkan pencak silat, paralayang, panjat tebing, jetski, dan bridge ke dalam 40 cabang yang dipertandingkan di Asian Games edisi ke-18 ini.
Cabor paralayang ditarget dua medali emas di Asian Games 2018. (Dok. PB FASI) |
Sedangkan enam cabor lainnya adalah taekwondo, dayung (rowing dan perahu naga), angkat besi, wushu, serta bulutangkis. Selain 11 cabor, Kemenpora menyebut ada sembilan cabang olahraga dengan 72 nomor pertandingan yang berpotensi mendatangkan medali.
"Memang Indonesia idealnya itu harus mengandalkan cabang-cabang olimpiade karena setelah ini 2020 ada Olimpiade. Tapi setelah kami ukur, kalau cabor-cabor olimpiade itu jadi andalannya target 10 besar tidak akan terpenuhi," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto kepada CNNIndonesia.com.
Indonesia juga membidik dua emas dari cabor bridge. (Dok. CNN Indonesia TV) |
"Maka dari itu, Indonesia tidak mau kehilangan muka karena jadi tuan rumah. Apa boleh buat, kami terpaksa mengandalkan [cabor baru] dan kebetulan ada peluang buat cabor baru yang diusulkan Indonesia potensi emasnya cukup terbuka. OCA menyambut dan memberi perhatian kepada Indonesia sebagai tuan rumah," sebut Gatot.
"Betul, saya akui ini [penetapan target medali dari cabor baru] adalah bagian dari strategi. Kalau kami hanya mengandalkan cabor-cabor Olimpiade kami akan kehilangan muka," ujarnya.
Saat ini, peluang datang dari ganda putra yang diwakili Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang kini berstatus juara dunia. Begitu juga pasangan peraih gelar Olimpiade 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang untuk terakhir kalinya tampil mewakili Indonesia di Asian Games serta ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang diharapkan bisa memberikan kejutan prestasi.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon jadi salah satu andalan Indonesia meraih emas Asian Games 2018. (Dok. PBSI) |
Cabor rowing juga diharapkan bisa meraih satu emas, padahal pada penampilan di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, Indonesia hanya bisa membawa pulang perunggu. Begitu juga perahu naga yang terakhir kali mencetak prestasi mengejutkan ketika tampil di Asian Games 2010 di Guangzhou, China, dengan meraih tiga medali emas.
"Optimistis bisa [dapat] medali. Tapi walaupun tidak ada China, persaingan juga semakin berat karena Jepang, India, dan Vietnam juga punya peluang. Jadi bisa dibilang 50:50 peluangnya untuk emas," kata Eko yang meraih perunggu di Asian Games 2014. (sry/jun)
Cabor paralayang ditarget dua medali emas di Asian Games 2018. (Dok. PB FASI)
Indonesia juga membidik dua emas dari cabor bridge. (Dok. CNN Indonesia TV)
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon jadi salah satu andalan Indonesia meraih emas Asian Games 2018. (Dok. PBSI)