Kartu kuning dari wasit menjadi imbas dari ketidakmampuan pemain Timnas Indonesia U-23 mengendalikan emosi. Tercatat ada enam pemain yang sudah mendapat kartu peringatan, mayoritas adalah pemain inti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andritany, Saddil, Febri, Hansamu dan Putu Gede mendapat kartu kuning karena melakukan pelanggaran kepada pemain lawan. Sementara Lilipaly menerima kartu setelah memprotes keputusan wasit.
Febri Hariyadi mendapat kartu kuning karena menjatuhkan pemain Hong Kong. (ANTARA/INASGOC/Ary Kristianto) |
"Ya, normalnya di pertandingan ada sedikit emosi, kita tahu mereka sudah bermain 100 persen. Pergantian babak itu berguna sekali untuk mereka jadi lebih tenang. Emosi di babak pertama [melawan Hong Kong] mungkin terjadi karena kami tertinggal. Jadi ya kembali ke individu," kata Milla.
"Kartu kuning tidak bisa kami kontrol. Untungnya tidak ada yang dapat dua kartu kuning, semua masih satu. Kalau pemain inti ada yang dapat kartu kuning, kami pakai pemain lain," jelas Milla. (nva/har)
Febri Hariyadi mendapat kartu kuning karena menjatuhkan pemain Hong Kong. (ANTARA/INASGOC/Ary Kristianto)