Asian Games 2018

Eko Yuli Tuntaskan Penasaran Medali Emas Asian Games

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 16:55 WIB
Eko Yuli Tuntaskan Penasaran Medali Emas Asian Games Presiden RI Joko Widodo mengalungkan medali emas kepada Eko Yuli Irawan. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan sukses menuntaskan rasa penasarannya meraih medali emas Asian Games usai memenanginya di Asian Games 2018 di kelas 62 kilogram putra di JIExpo, Selasa (21/8).

Atlet kelahiran Lampung 24 Juli 1989 itu meraih medali emas dengan total angkatan 311 kilogram. Eko mengalahkan lifter Vietnam, Van Vinh Trinh, yang memiliki total angkatan 299 kilogram, dan atlet Uzbekistan Adkhamjon Ergashev dengan total angkatan 298 kilogram.

Emas yang diraih Eko itu merupakan yang pertama di multievent empat tahunan di Asia. Dengan begitu, atlet 29 tahun tersebut sukses menuntaskan rasa penasarannya selama ini untuk bisa mendapatkan medali emas Asian Games.


Sebelumnya saat ditemui CNNIndonesia.com, Eko mengaku tidak ingin menunggu hingga empat tahun ke depan untuk menuntaskan hasrat memiliki emas Asian Games.

Asian Games 2018 merupakan ajang kali ketiga yang diikuti Eko Yuli Irawan. Pada Asian Games pertamanya di Guangzhou, China, pada 2010 prestasi terbaik Eko hanya medali perunggu di kelas 62 kilogram dengan total angkatan 311kg. Prestasi serupa diraih Eko Yuli empat tahun berikutnya di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, dengan total angkatan 308kg.

Total angkatan Eko Yuli berada di atas lifter Vietnam dan Uzbekistan.Total angkatan Eko Yuli berada di atas lifter Vietnam dan Uzbekistan. (REUTERS/Darren Whiteside)
Eko Yuli juga belum pernah meraih medali emas dan juara di Olimpiade serta Kejuaraan Dunia. Dalam tiga kali penampilannya di Olimpiade, Eko Yuli hanya bisa mendapatkan medali perak (2016) dengan total angkatan 312kg, dan perunggu di Olimpiade 2008 Beijing serta 2012 di London (317kg).

Untuk Kejuaraan Dunia, Eko Yuli dua kali mendapatkan posisi runner up di Goyang, Korea Selatan (2009) dan Amlaty, Kazakhstan (2014), serta dua kali di posisi ketiga di 2007 Chiang Mai, Thailand serta 2011 di Paris, Prancis.

Eko Yuli meraih medali perak di Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro.Eko Yuli meraih medali perak di Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro. (REUTERS/Yves Herman)
Sepanjang kariernya sebagai lifter Indonesia, Eko Yuli bukan tanpa medali emas. Anak dari pasangan Saman dan Martiah itu beberapa kali menjadi yang terbaik di level Asia Tenggara.

Total sudah empat medali emas diraih Eko di empat SEA Games: 2007 Thailand, 2009 Laos, 2011 Indonesia, dan 2013 Myanmar. Pada SEA Games pertamanya di Thailand, Eko turun di kelas 56 kilogram dan memiliki total angkatan 300kilogram, sedangkan empat SEA Games terakhir tampil di kelas 62 kilogram.

Pada SEA Games 2011 total angkatan Eko 302kg, dua tahun berikutnya mengalami peningkatan dengan total angkatan 304kg. Di SEA Games terakhir di Malaysia 2017 lalu, Eko Yuli harus puas dengan medali perak meskipun total angkatannya kian meningkat menjadi 306kg. (jun)