Atlet kelahiran Lampung 24 Juli 1989 itu meraih medali emas dengan total angkatan 311 kilogram. Eko mengalahkan lifter Vietnam, Van Vinh Trinh, yang memiliki total angkatan 299 kilogram, dan atlet Uzbekistan Adkhamjon Ergashev dengan total angkatan 298 kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asian Games 2018 merupakan ajang kali ketiga yang diikuti Eko Yuli Irawan. Pada Asian Games pertamanya di Guangzhou, China, pada 2010 prestasi terbaik Eko hanya medali perunggu di kelas 62 kilogram dengan total angkatan 311kg. Prestasi serupa diraih Eko Yuli empat tahun berikutnya di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, dengan total angkatan 308kg.
Total angkatan Eko Yuli berada di atas lifter Vietnam dan Uzbekistan. (REUTERS/Darren Whiteside) |
Untuk Kejuaraan Dunia, Eko Yuli dua kali mendapatkan posisi runner up di Goyang, Korea Selatan (2009) dan Amlaty, Kazakhstan (2014), serta dua kali di posisi ketiga di 2007 Chiang Mai, Thailand serta 2011 di Paris, Prancis.
Eko Yuli meraih medali perak di Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro. (REUTERS/Yves Herman) |
Total sudah empat medali emas diraih Eko di empat SEA Games: 2007 Thailand, 2009 Laos, 2011 Indonesia, dan 2013 Myanmar. Pada SEA Games pertamanya di Thailand, Eko turun di kelas 56 kilogram dan memiliki total angkatan 300kilogram, sedangkan empat SEA Games terakhir tampil di kelas 62 kilogram.
Total angkatan Eko Yuli berada di atas lifter Vietnam dan Uzbekistan. (REUTERS/Darren Whiteside)
Eko Yuli meraih medali perak di Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro. (REUTERS/Yves Herman)